Prosesi di Gereja Katedral Berjalan Lancar, Inilah Sosok Suami Olga Lydia

157 views

Olga Lydia dan Aris Utama (IST – dokumentasi @Lambe_Turah)

iniSURABAYA – Olga Lydia akhirnya resmi berstatus istri dari pengusaha asal Surabaya, Aris Utama. Pemberkatan pernikahan pasangan ini dilakukan tadi pagi, Jumat (21/4) di Gereja Katedral, Jakarta Pusat.

“Syukur semua prosesinya berjalan lancar,” begitu kata Lina Kadi, manajer Olga Lydia ketika dihubungi lewat telepon seluler, Jumat (21/4).

Dari informasi yang dikumpulkan iniSURABAYA.com, Aris Utama adalah pria yang aktif ‘mancal’ sepeda. Dia bahkan pendiri Surabaya Road Bike Community (SRBC). Sedang kesehariannya, Aris menjalankan usaha di bidang perikanan.

Pertemuan kedua insan beda kota ini terjadi sekitar 7 tahun silam. Waktu itu Olga diundang sebuah stasiun televisi untuk mengisi acara di Surabaya.

Sutradara salah satu fragmen Rectoverso tersebut harus mewawancarai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad. Dan kebetulan kantor Aris Utama dipercaya untuk mengurus kebutuhan Olga, termasuk hairdresser.

Sejak itu pula komunikasi keduanya berjalan intens. Olga menilai Aris sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab. Hal itu terlihat dari cara Aris menjalankan usahanya. Dia juga terkesan dengan pembawaan Aris yang sabar dan tenang.

Setelah bersahabat sekitar lima tahun, di bulan Agustus 2015 keduanya mulai berpacaran. Bukan pacaran ala anak muda umur belasan, tetapi pacaran serius dan memikirkan rencana ke depan.

Risikonya, keduanya memang harus menjalani long distance relationship (LDR) alias pacaran jarak jauh. Namun, baik Olga maupun Aris berkomitmen untuk saling bertemu jika ada waktu.

“Kadang saya yang ke Surabaya atau dia yang ke Jakarta kalau lagi lowong,” tutur Olga.
Setelah setahun pacaran, Aris pun melamar Olga pada November 2016. Olga mengatakan tidak ambil pusing jika ada yang menilai dirinya terlambat menikah.

Fakultas Teknik Sipil Universitas Parahyangan, Bandung ini menekankan, pernikahan harus dilakukan ketika diri sudah siap dan matang dalam mengambil keputusan.

“Nikah itu bukan perkara kecil. Karena sesudahnya hidup kita akan jauh berubah dan ada banyak tanggung jawab yang harus diemban sebagai istri,” tegas wanita kelahiran Jakarta, 4 Desember 1976 ini. –sum

Posting Terkait