Agar Usaha Tumbuh Pesat, Ini Pesan Gus Ipul pada Pelaku Bisnis Kuliner

111 views

Wagub Jatim, H Saifullah Yusuf saat berbicara di acara Launching Forum Pengusaha Restoran bekerjasama dengan Apkrindo, di Kampus UK Petra, Surabaya, Selasa (16/5/2017).

iniSURABAYA – Kemasan ternyata berperan penting dalam pertumbuhan industri kuliner. Kemasan yang baik pasti akan lebih disukai daripada kemasan seadanya. Apalagi kemasan yang tidak memerhatikan unsur kesehatan.

Soal kemasan ini pula yang dapat sorotan dari Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf dalam acara Launching Forum Pengusaha Restoran bekerjasama dengan Apkrindo, di Kampus UK Petra Surabaya, Selasa (16/5/2017).

“Saat ini ada kecenderungan pelanggan ingin mengetahui langsung proses pembuatan makanan bagaimana bahan bakunya, proses pembuatannya, higienis atau tidak,” begitu pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menegaskan.

Mengenai kemasan, secara khusus Gus Ipul menyatakan,”Saya pernah melakukan riset kecil-kecilan. Kala itu, saya menemui penjual kacang yang produknya hanya dikemas seadanya saja, paling banyak laku 15 bungkus. Ketika kemasannya diperbaiki, laku 50 bungkus.”

Gus Ipul juga sempat mengungkap fakta, bahwa pertumbuhan bisnis kuliner makanan dan minuman di Jatim hingga Mei 2017 tercatat tumbuh 15 hingga 20 persen.

“Padahal bisnis lainnya saat ini cenderung melambat,” ujar Gus Ipul yang juga Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo).

Menurut Gus Ipul, di Thailand, pemerintahannya memberikan subsidi untuk pengiriman bahan baku dari negara lain. Sehingga, pengusaha bisnis kuliner di negaranya dapat berkembang.

Untuk bahan baku, meski diakui masih ada beberapa bahan baku penolong yang impor, sebagian besar berasal dari dalam negeri. Dengan demikian, Gus Ipul mengharapkan, para pengusaha ini bisa lebih kreatif.

Dalam kesempatan itu, salah seorang audiens sempat menanyakan pada Gus Ipul tentang peran Pemerintah Jatim terkait UMKM.

“Saat ini banyak buruh yang sadar ketimbang harus menunggu PHK, akhirnya membuka startup usaha sendiri, karena memang ini usaha paling mudah dan sumber dayanya luar biasa,” ujarnya.

Menjawab hal ini, Gus Ipul mengatakan akan memfasilitasi pengusaha pemula untuk mendapatkan akses modal dan akses pasar serta pendampingan kualitas produk.

“Saat ini, bukan lagi perusahaan atau pabrik besar yang padat karya. Justru UMKM-lah yang menyerap hampir 90 persen tenaga kerja di Jawa Timur,” kata dia.

“Pengusaha besar kita jaga, menengah kita fasilitasi. Sementara, UMKM akan kita bela dengan perlindungan, anggaran dan berbagai pelatihan,” ucap Gus Ipul. –sum

Posting Terkait