Berawal dari Kumpul Pamer Koleksi Jersey, Komunitas Ini Berangan-Angan Bikin Museum Jersey

361 views

Komunitas Surabaya Jersey Community

iniSURABAYA – Nongkrong dan ngobrol tak selalu berkonotasi buruk. Justru berawal dari kumpul-kumpul untuk saling membanggakan koleksi jersey dari masing-masing tim sepakbola kebanggaan, Surabaya Jersey Community (SJC) kini berkembang jadi komunitas yang ingin memberi manfaat bagi masyarakat.

Manfaat utama yang ingin diberikan komunitas ini adalah memberi edukasi mengenai makna jersey pada para pecinta bola yang doyan mengoleksi kostum tim idolanya.

Agar lebih bermanfaat bagi para pecinta bola, SJC kini punya jersey pedia. Dalam setiap gathering, selalu ditekankan bahwa ada tiga katagori kostum yaitu ‘Shirt’, ‘Uniform’, dan ‘Jersey’.

“Kalau ‘shirt’ itu baju bola yang biasa dipakai sehari-hari, sedang ‘uniform’ adalah yang dipakai fans club, dan ‘jersey’ itu yang dipakai atlet bola,” tandas Yudha Mustopo, Ketua Surabaya Jersey Community (SJC).

Menurut Yudha, anggota SJC adalah supporter bola dari beragam tim yang berbeda. “Kami tak pernah menonjolkan tim idola masing-masing karena semangatnya adalah kebersamaan,” cetusnya.

SJC aktif melakukan kampanye yang diharapkan bisa membuat para supporter bola lebih peduli pada klub-klub bola idola mereka. “Kami juga ingin agar mereka lebih menghargai sejarah klub bola,” tandas Yudha yang sudah mengoleksi 20 jersey Persebaya.

Jersey, lanjut Yudha, bukan dipakai untuk dipamerkan saat jalan-jalan ke mall. “Inilah yang ingin kami tata. Kami ingin memperbaiki attitude masyarakat untuk menjadi supporter yang baik,” katanya.

Edukasi lain yang dilakukan komunitas ini adalah mengajak para supporter selalu mengenakan atribut yang pantas saat nonton kesebelasannya berlaga.

SJC aktif melakukan kampanye yang diharapkan bisa membuat para supporter bola lebih peduli pada klub-klub bola idola mereka.

“Bukan jamannya lagi nonton bola seperti preman, nggandol truk. Saya juga bonek, tapi harus bisa menghargai diri sendiri. Nonton bola yang baik ya pakai sepatu dan topi, selain pakai baju kasual berlogo,” bebernya.

Muhammad Agus Wijaya yang juga anggota aktif SJC menyatakan komunitas ini juga rutin melakukan kegiatan sosial. Mereka selalu ambil peran setiap ada bencana alam di berbagai daerah.

“Tak hanya menunggu bencana alam, bila ada teman sedang sakit atau kena musibah, kami spontan turun tangan. Itu sudah pasti,” ucap pria yang mengoleksi 400 jersey dari klub Eropa ini.

Yudha dan Agus menyatakan, SJC selalu menetapkan tagline setiap tahun untuk memacu semangat anggota. Dan yang jadi tagline di tahun 2017 ini adalah ‘Wani, Mandiri, Bersinergi’.

“Sebagai arek Suroboyo kita tentu ‘wani’ (berani). Kita juga selalu mandiri dalam setiap kegiatan. Dan kami berusaha bersinergi, merangkul komunitas dari klub-klub lain untuk mempererat persaudaraan,” kata Agus.

Dari semangat kebersamaan ini pula kemudian tercetus gagasan untuk membuat sebuah museum yang bisa menampung koleksi masing-masing anggota.

“Itu mimpi kami. Memang tidak mudah dan perlu proses panjang,” ujar Yudha. –sum

Posting Terkait