Warga Dolly Kini Punya Ruang Pamer Baru, Ternyata Produk Seperti Ini yang Dipajang

160 views

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal bersama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat pembukaan Dolly Saiki Point

iniSURABAYA – Tak ada lagi prostitusi di Dolly. Sejak dialihfungsikan pada tahun 2015, kawasan yang sempat dikenal sebagai lokalisasi PSK terbesar di kawasan Asia Tenggara itu sudah berubah total.

Paling gres, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meresmikan Dolly Saiki Point. Sentra untuk memajang karya warga eks lokalisasi ini tepatnya berada di Gang Lebar B Nomor 27 yang dulunya merupakan bekas salah satu bangunan lokalisasi Jarak.

Beragam karya warga eks lokalisasi di pajang di Dolly Saiki Point. Setidaknya ada 14 UKM warga terdampak yang memamerkan hasil karyanya di bagunan wisma yang sudah dibeli pemkot tersebut.

“Sekarang kan banyak warga yang membuat usaha di sini, tapi masih terpencar-pencar tempat jualannya. Mulai sekarang disatukan di sini,” tandas Tri Rismaharini saat meresmikan Dolly Saiki Point, Sabtu (13/5/2017).

Bebebrapa UKM yang sudah ada antara lain produsen oleh-oleh samiler, batik tulis​, batik jumput, aneka makaanan dan juga minuman. Namun selama ini memang masih diproduksi di rumah masing-masing dan tidak ada tempat untuk menjual dengan terpusat semacam ini.

Menurut Risma, UKM yang ingin memamerkan produk tidak dipungut biaya. “Kalau mau nitip barang silakan, gratis di sini, silakan dimanfaatkan. Nanti akan kami siapkan pramuniaga yang dibiayai APBD. Jadi tidak akan ambil jatah laba dari bapak ibu,” ujarnya.

Lebih lanjut Risma mengibau agar masyarakat terus berinovasi dan membuat usaha. Selain menyediakan ruang pamer, pemkot juga akan berupaya memberikan fasilitas lebih untuk rumah produksinya.

Di tempat yang sama, Camat Sawahan Yunus mengatakan Dolly Saiki Point diharapkan bisa menjadi pusat oleh-oleh untuk wisatawan yang bertandang ke Dolly.

“Sekarang nggak perlu mutar-murar keliling kampung, tapi cukup di titik ini bisa mendapatkan aneka oleh-oleh asli dari warga kampung Dolly dan Putat,” tandasnya.

Pihak kecamatan pun terus memberikan dukungan, seperti pelatihan untuk warga dan juga memberikan akses mengikuti pameran ataupun mencariakn pelanggan.

Yunus berharap warga di eks lokalisasi terus berdaya secara ekonomi sehingga kembali bangkit dan tersohor dengan image barunya. –sum

Posting Terkait