Agar Sukses Bikin Film, Juri Festival Film Surabaya Beber Tiga Tips Ini

1014 views

iniSURABAYA – Dua film siswa SMK dr Soetomo Surabaya menandai dimulainya pelaksanaan Festival Film Surabaya (FFS) 2018 yang digelar di Gedung G Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat (27/4/2018). Dua film pendek itu berjudul ‘Obsesi’ karya sutradara Catherina Dinda A, dan ‘4 Lilin’ karya Munawaroh.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran trailer film layar lebar dengan gaya Suroboyoan berjudul ‘Jack’. Tidak hanya itu, FFS juga memberikan hadiah spesial bagi para penonton yakni, mendatangkan jajaran pemain, sutradara hingga produser film yang diklaim sebagai film berbahasa Suroboyoan pertama kali di Indonesia tersebut.

Pemutaran trailer film bergenre komedi drama dengan pemeran utama Arif Wibisono dan Grace Tie tersebut berhasil mengundang gelak tawa para penonton karena dialek gaya Suroboyoan yang mengalir di sepanjang film tersebut. Keseruan berlanjut hingga sesi tanya jawab bersama kru dan pemain film Jack.

Dalam pemaparannya, sang sutradara sekaligus juri dalam ajang FFS, M Ainun Ridho berharap para penonton yang mayoritas masih duduk di bangku SMA dan SMK dapat terinspirasi. Keberhasilan film ini berkat adanya campur tangan dan dukungan dari siswa-siswi SMK Dr Soetomo Surabaya,

“Sebagian besar kru film merupakan siswa kelas satu dan dua. Seperti Bayu misalnya, siswa kelas dua yang bertugas sebagai clapper. Dia tidak pernah absen dalam proses pembuatan film ini,” ujarnya.

Wawan I Wibobo, penata suara sekaligus juri FFS menambahkan wejangan kepada penonton bahwa, dalam proses pembuatan film diperlukan totalitas, loyalitas dan Jer Basuki Mawa Bea, “Yang dimaksud adalah untuk mencapai kesuksesan diperlukan pengorbanan,” ungkapnya.

Film yang mengangkat tema pluralisme antar umat beragama tersebut sengaja memilih lokasi syuting di tempat-tempat heritage ikonik di Surabaya seperti, Kampung Arab Ampel, Maspati, Kafe Peneleh, hingga Bambu Runcing.

Film yang digarap bareng Air Films, rumah produksi asal Jakarta ini diprediksi akan tayang di layar lebar pada bulan Juli. “Kami berharap film ‘Jack’ dapat memberi warna baru dalam perfilman Indonesia, sekaligus dapat menginspirasi pelaku film lokal dalam berkarya,” tandas Julianto Hadi Eksekutif Produser.

Perhelatan  FFS dilaksanakan selama tiga hari hingga Minggu (29/4). Ajang film yang diikuti 309 film karya kalangan siswa dan mahasiswa tersebut tidak hanya berasal dari Surabaya melainkan dari luar kota bahkan luar pulau seperti Bali dan Sumatera.  sum

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)