Guru Ideal Menurut Ed Sobey adalah yang Mampu Motivasi Anak Berpikir Kreatif dan Kritis, Begini Caranya

736 views

iniSURABAYA – Hanya dengan lima lembar kertas ukuran folio bisa bikin tower dalam waktu lima menit? Tugas itulah yang diberikan oleh Ed Sobey, motivator profesional di bidang ilmu pengetahuan dari Northwest Invention Center kepada para guru yang hadir di acara lokakarya di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis (19/4/2018).

Kegiatan yang digelar Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya itu diikuti oleh 25 orang guru tingkat SMA. Guru-guru yang sebagian besar mengajar bidang sains di Surabaya, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Probolinggo, Tulungagung, dan Malang ini bekerja dalam kelompok, masing-masing terbagi dua hingga tiga orang.

“Tugas ini bukan semata soal kerjasama dan memancing inovasi, tetapi juga menekankan pada upaya membantu anak belajar science dengan praktik langsung,” kata Ed Sobey.

Menurut Ed Sobey, tugas seorang guru bukan hanya menyampaikan ilmu kepada murid. Tantangannya adalah memacu anak untuk berpikir kreatif sehingga nantinya bisa mandiri untuk bikin sesuatu. “Bikin anak penasaran dengan ilmu yang kita sampaikan ke mereka. Caranya adalah mengajak mereka untuk berbuat langsung,” tandasnya.

Karena itu, kegiatan lokakarya yang diadakan selama dua hari (Kamis-Jumat, 19-20/4) ini diisi dengan banyak materi. Selain praktik membuat tower, guru-guru itu juga diberi tugas membuat mobil dengan bahan dari bahan-bahan bekas, mobil tenaga matahari, dan tenaga listrik.

“Agar anak berpikir, beri mereka pertanyaan dan beri pula mereka tantangan untuk diselesaikan,” ucap Ed Sobey.

Seorang guru yang baik, lanjut Ed Sobey, harus mampu membuat rasa ingin tahu anak didiknya meningkat. “Anak harus dipacu rasa ingin tahunya, dan buat agar mereka berpikir kritis,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Esti Durahsanti, staf Humas Konjen Amerika Serikat menyatakan melalui lokakarya itu diharapkan para guru punya pendekatan mengajar yang berbeda. “Critical thinking itu inti dari kegiatan selama dua hari ini,” ujarnya.

Proses belajar mengajar di sekolah, lanjut Esti, tak hanya duduk mendengarkan paparan seorang guru. “Murid juga harus diajak bergerak dan aktif bicara, menyampaikan pendapatnya,” pungkas Esti. dit

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)