Gemulai Ubur-Ubur Melenggang di Pentas Surabaya Fashion Parade 2018, Begini Desainer Winarni Widjaja Mempersiapkannya

964 views

iniSURABAYA – Ubur-ubur, satwa laut yang menurut Winarni Widjaja tampak indah dan unik menjadi inspirasinya dalam berkarya. Maka di panggung Surabaya Fashion Parade 2018, fashion designer asal Surabaya ini pun menghadirkannya dalam 12 rancangan yang diperagakan model.

Agar sesuai wujud satwa laut tersebut, Winarni menggunakan warna-warna putih dan pastel pada busana yang dia beri judul Deepest Ocean ini. “Warna putih dan kebiruan ini juga menekankan sisi feminin pemakainya,” ujar Winarni

Lewat label Eienno, Winarni mengaplikasikan imajinasinya itu melalui bahan-bahan seperti organza, tile, dan polyester terutama yang tembus pandang. Dan untuk menampilkan detilnya, dia menggunakan teknik laser cutting.

“Selain itu juga pakai teknik layering fabric sehingga membentuk siluet-siluet unik, tapi tetap terlihat feminin,” ungkapnya.

Menurut Winarni, beberapa kain yang diproses laser cut ini juga dibentuk melingkar kecil dan digunakan sebagai ornamen-ornamen pada pakaian. Dan agar menimbulkan kesan bergelombang, Winarni membuat busana itu dalam bentuk 3 dimensi.

“Sehingga ketika dipakai berjalan tampak bergelombang seperti dalam lautan,” paparnya.

Busana dalam bentuk dress yang bisa digunakan wanita dengan rentang usia muda hingga usia 50 tahun ini bisa dipadu-padankan pemakaiannya. “Bisa mix and match sesuai selera kok,” kata Winarni.

Karya unik Winarni Widjaja ini melenggang di hari kedua pentas Surabaya Fashion Parade 2018, Kamis (3/5/2018). Selain Winarni, malam itu juga tampil karya-karya desainer Cecilia Widjaja, Jeanie Tandra, Marley Heart, serta dua desainer tamu Yuliana Huang x Uniart, dan Alben Ayub Andal. dit

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)