Audisi KDI 2018 Disambut Antusias Para Pedangdut, Ada yang Masih Anak SD Ada pula yang Penjual Sate

1260 views

Joe Kriwil (kanan pegang mike), host MNCTV dikerumuni peserta audisi KDI saat mencairkan suasana di ruang tunggu peserta di Gedung BK3S Surabaya.

iniSURABAYA – Ajang penggalian bakat ‘Kontes Dangdut Indonesia’ (KDI) tampaknya masih menjadi magnet bagi para pemilik bakat menyanyi, terutama di genre dangdut. Buktinya, audisi hari pertama audisi KDI 2018 yang digeber di Gedung BK3S di Jl Tenggilis Mejoyo, Sabtu (30/6) dibanjiri ratusan peserta.

Informasi yang diperoleh iniSurabaya.com, KDI yang mengangkat tagline ‘Jadilah Bintang’ ini pada hari pertama audisi tersebut diikuti hampir 700 peserta. Banyaknya peserta yang datang dari berbagai daerah di sekitar Surabaya ini membuat para juri harus bekerja ekstra keras untuk memilih penyanyi yang berhak dapat kesempatan ikut audisi lanjutan di Jakarta.

Peserta KDI kali ini memang sangat beragam. Tak hanya mereka yang berusia remaja, tetapi ada pula yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Cita-cita memang ingin jadi penyanyi. Tentu sangat senang jika nanti dapat kesempatan ke Jakarta,” cetus Ina Permatasari ketika ditemui iniSurabaya.com saat menunggu giliran dipanggil juri.

Siang itu, Ina yang masih tercatat sebagai murid kelas 6 SD di Situbondo ini mengaku datang bersama sang kakak. “Saya sudah nyanyi sejak TK, dan dari awal sudah nyanyi dangdut,” kata Ina yang sempat jadi Juara 1 Menyanyi Dangdut se-Kabupaten Situbondo.

Optimisme yang sama diungkapkan Edi Suaedi. Pria asal Bangkalan ini nekad meninggalkan pekerjaannya sebagai penjual sate di Pulau Dewata, Bali hanya untuk menjajal kemampuannya di bidang menyanyi dangdut. “Saya ingin bikin membahagiakan orangtua. Kalau nanti lolos kan mereka pasti bangga,” ujarnya.

Edi menekankan pula bahwa keikutsertaannya di panggung KDI ini ingin mengubah nasib. Untuk mewujudkan mimpinya itu, Edi berangkat dari Bali dini hari dan baru sampai di lokasi audisi sekitar pukul 09.00.

Siang itu, di hadapan juri Edi memang tak hanya pamer kemampuannya dalam hal olah vokal. Dia juga memamerkan semua lagu ciptaannya pada juri.

“Saya tadi bawakan dua lagu karya saya, yaitu berjudul ‘Jokowi’ dan ‘Wanita’. Saya sudah ciptakan 40 judul lagu,” imbuh Edi yang juga bekerja sebagai ojek online (ojol).

Saat berhadapan dengan juri, Edi memang masih mengenakan seragam hijau khas ojol.  “Saya ingin buktikan bahwa ojol juga bias menyanyi,” ujarnya.

Audisi KDI 2018 di Surabaya masih berlanjut Minggu (1/7/2018). Untuk tahun ini, ajang penggalian bakat yang disajikan MNCTV tersebut digelar di delapan kota, dan Surabya sebagai kota keempat dilaksanakan audisi KDI.

Selain di Surabaya, pada hari yang sama MNCTV juga menggelar audisi  di Palembang (30 Juni – 1 Juli 2018), Banjarmasin dan Bandung (7-8/7/2018), dan Jakarta (14-15/7/2018).  Setelah proses audisi dari delapan kota besar, 45 kontestan kembali tersaring dan bertemu di Jakarta dalam Gerbang KDI. dit

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)