Beda Pilihan Musik, Dua Musisi Jebolan Unesa Ini Bersatu di Rasvan Aoki

1118 views

Rasvan Aoki bakal tampil bareng Nelly Lawson (kiri) di panggung Jazz Traffic Festival di Grand City Convention Centre Surabaya, Sabtu (25/8/2018).

iniSURABAYA – Sama-sama tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuat Shofan K Firdaus dan Intan Ristarini sering ketemu di kantin kampus. Waktu itu, Shofan masih menjadi mahasiswa semester akhir Jurusan Seni Musik, sedang Intan mahasiswi semester 8 Jurusan Seni Rupa.
“Kami sering nongkrong dan ngopi bareng. Itu sudah terjadi sejak 2012,” ungkap Shofan saat ditemui iniSurabaya.com, Jumat (24/8/2018).

Pertemuan demi pertemuan itulah yang kemudian membuat keduanya memahami adanya perbedaan dalam pilihan bermusik mereka. Shofan cenderung menyukai ska, reggae, dan musik latin, sedang Intan suka jenis jazz, soul, dan Brit-pop.

Tetapi, perbedaan itu justru membuat mereka tertantang untuk bersatu dan makin mengeksplorasi kemampuan bermusik keduanya. Buntutnya, mereka sepakat bersama dalam sebuah formula bermusik yang mereka beri nama Rasvan Aoki.

“Kami merasa enjoy bermusik meski basik kesukaan (musik) berberda. Bikin karya tanpa tekanan. Mengalir begitu saja,” kata Shofan yang pernah gabung dalam kelompok musik Heavy Monster.

Setelah mencoba sejumlah eksperimen dan workshop, mereka sadar karya mereka banyak yang suka. Akhirnya di tahun 2014 mereka makin intens menghasilkan karya bersama.

“Teman-teman merespons positif karya kami,” ujarnya.

Ketika ditanya genre musik yang mereka suguhkan pada komposisi-komposisi Rasvan Aoki, Shofan tak bisa menegaskan dengan pasti. “Semua campur aduk. Semua jenis musik kesukaan kami berbaur jadi satu,” ucapnya sambil tertawa.

Meski begitu, Shofan tak menepis bahwa aroma reggae sangat dominan pada karya mereka. Puncaknya pada 23 Februari 2018, mereka merilis mini album berjudul Tyaga.

“Dalam bahasa Sanskerta artinya trimo ing pandum (menerima apa adanya),” bebernya.

Ada delapan lagu yang mengisi debut album mereka tersebut. ”Liriknya mengangkat soal kehidupan, lingkungan, selain juga yang personal,” imbuh Shofan.

Rasvan Aoki bersyukur meski mereka tak punya target khusus terkait mini album tersebut, ada label rekaman Jakarta yang bersedia membantu produksi karya mereka itu. Tak hanya itu. Mereka juga menggelar tur promo di 14 kota di Tanah Air.

“Seperti makna Tyaga, kami selalu berusaha trimo ing pandum. Pasrah saja dalam menjalani karir bermusik ini,” tandasnya.

Rasvan Aoki bersyukur, mereka akhirnya dilirik oleh penyelenggara Jazz Traffic Festival. Sabtu (25/8/2018) ini mereka akan unjuk kemampuan pada penikmat musik Surabaya.

Mereka dijadwalkan tampil di Exhibition Hall Grand City Convention Centre Surabaya pukul 21.15. Rasvan Aoki tak sendiri. Mereka akan kolaborasi dengan Nelly Lawson, musisi muda asal Prancis.

“Kami akan membawakan tiga buah lagu,” pungkasnya. dit

#jazztrafficfestival #jazztraffic #surabaya #suarasurabaya #tomgrant #rasvanaoki #unesa

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)