‘2915 Miles’, Kisah Cinta di Rentang Jarak dan Waktu Surabaya-Melbourne

Louisa Zais

iniSURABAYA – Jalinan asmara yang dipisahkan jarak dan waktu memang butuh kekuatan besar untuk mempertahankannya. Apalagi kisah kasih dua insan yang  tinggal di beda negara dan benua itu berlangsung selama sembilan tahun.

“Selama 9 tahun pacaran, enam tahun dijalani dengan LDR (long distance relationship), antara Surabaya dan Melbourne,” ungkap musisi muda Louisa Zais kepada iniSurabaya.com beberapa waktu lalu.

Kekuatan cinta antara sang adik dan adik iparnya itulah yang kemudian dia angkat menjadi sebuah lagu berjudul ‘2915 Miles’. “Jadi perlu kesetiaan dan komitmen kuat untuk mempertahankannya. Kalau tidak teguh dan tidak dibangun dengan baik tidak akan terwujud kebersamaan itu,” cetus sulung dari dua bersaudara ini.

Wanita yang juga dikenal dengan nama Louisa Ribbonacci ini kemudian menyebutkan, untuk melepas kerinduan, pasangan kekasih ini berkomunikasi melalui telepon seluler.

“Karena beda waktu, sering telepon itu dilakukan ketika adik saya sudah menjelang tidur tengah malam. Sambil ngantuk begitu mereka ngobrol berjam-jam,” urainya.

Menurut Louisa, keberhasilan menjaga hubungan kasih dengan kendala cukup berat itu patut ‘dirayakan’. Sebab, ditekankan perempuan yang juga fashion desainer ini, nggak banyak orang bisa melewati kondisi seperti itu.

“Saya sendiri nggak yakin apa bisa seperti itu. Kalau tanpa pengorbanan, komitmen kuat tentu tak bisa,” ujarnya berulang-ulang.

Selain sebagai ilustrasi kondisi yang sedang dialami adik kandung dan adik iparnya, ‘2915 Miles’ juga representasi jarak dirinya dan rumah di Surabaya. “Ada rasa rindu pada Tanah Air yang sangat besar saya alami selama berada di Melbourne,” tuturnya.

Selain ‘2915 Miles’, tiga komposisi yang dia cipta selama di Negeri Kanguru itu adalah ‘Christmas Miracle’, dan ‘I’m Dreaming’. Louisa mengaku proses pembuatan setiap lagu sangat cepat, rata-rata satu jam sudah jadi. Dan idenya sering muncul mendadak.

Louisa yang di umur 9 tahun sudah sering tampil di pentas ini kemudian memaparkan, ada lagu yang idenya didapat ketika dia sedang mengendarai mobil. Saat itu pula dia langsung menepikan kendaraannya dan menuliskan ide yang diperoleh spontan tersebut. dit