Ingin Anak Bahagia, Lakukan Hal Sederhana Ini Minimal Delapan Kali Sehari

Ki-ka: Dokter Spesialis Anak Dr dr Ariani Dewi Widodo SpA(K), Brand Manager Nestle Lactogrow Gusti Kattani Maulani, Psikolog Elizabeth Santosa MPsi Psi SFP ACC di acara Nestle Lactogrow Berbagi Tips Pola Asuh Grow Happy di The Consulate Surabaya, Rabu (7/11/2018).

iniSURABAYA – Kebahagiaan anak ternyata punya kaitan erat dengan kecerdasan. “Sebab, anak yang bahagia akan mudah mencerna setiap pelajaran di sekolah. Ilmu yang diberikan guru akan gampang diterima dan dipahami dengan baik.”

Demikian ungkap Elizabeth Santosa MPsi, Psi SFP ACC saat tampil sebagai narasumber di acara Nestle Lactogrow Berbagi Tips Pola Asuh Grow Happy yang diselenggarakan di The Consulate Surabaya, Rabu (7/11/2018).

Menurut psikolog dari Jakarta ini, membuat anak bahagia ternyata juga tidak sulit. “Yang penting adalah keterlibatan emosi. Dan caranya, cukup dengan pelukan. Upayakan bisa memeluk anak minimal delapan kali dalam sehari,” katanya.

Elizabeth lalu memapar hasil penelitian yang dilakukan Holder & Coleman pada tahun 2007. “Kebahagiaan anak sebagian dipengaruhi oleh interaksi sosial positif yang melibatkan anggota keluarga. Karena itu, penting bagi orang tua untuk menghabiskan waktu bersama anak,” tuturnya.

Elizabeth tak menepis banyak orang tua mengaku sudah menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka. Namun, Elizabeth mengingatkan bahwa kehadiran tidak otomatis sama dengan keterlibatan.

“Bukan soal kehadiran bersama anak-anak. Percuma hadir di dekat anak, tetapi tangan dan mata tetap pada gawai,” begitu tandasnya.

Karena itu, Elizabeth memberi tips pada orang tua agar bisa terlibat dalam kegiatan anak. Di antaranya adalah,”Bukan fokus pada jenis aktivitas, namun waktu kebersamaan. Dan tidak ada distraksi (mengalihkan perhatian) pada saat melakukan aktivitas bersama anak.”

Yang tak kalah penting, lanjut Elizabeth, adalah adanya kontak mata saat bersama anak. “Dan buatlah anak merasa dirinya paling penting,” tegasnya.

Masih dalam kaitan membuat anak bahagia, Elizabeth mengingatkan yang perlu dibenahi terlebih dulu adalah tingkat kebahagiaan orang tua. “Bagaimana bisa mendukung kebahagiaan anak bila orang tua tidak mengetahui bagaimana membahagiakan diri sendiri,” cetusnya.

Menurut Elizabeth, orang tua yang bahagia akan menghasilkan anak yang memiliki ketahanan terhadap stres dan tantangan hidup di masa depan. “Anak-anak ini dihasilkan melalui pola asuh orang tua yang bahagia dan terlibat dalam aktivitas anak,” bebernya.

Untuk mengenal dirinya sendiri, lanjut Elizabeth, orang tua perlu memahami apa saja sumber kebahagiaan dalam hidup, seperti positif afektif, negatif afektif, serta tingkat kepuasan hidup agar dapat mengajarkan anak mengenai arti kebahagiaan sesungguhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gusti Kattani Maulani, Brand Manager Nestle Lactogrow menambahkan,”Agar si kecil tumbuh bahagia, dibutuhkan keselarasan antara nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tua dalam membangun dan memupuk kondisi grow happy.”

Wanita yang akrab disapa Lani ini menyatakan pula,”Kami berupaya membantu orang tua untuk bisa menemukan formulasi tumbuh kembang, termasuk dengan nutrisi. Ini bisa didapatkan dengan susu yang memiliki probiotik, contohnya seperti Nestle Lactogrow.” dit