‘Lost and Found’ Sajikan Karya Seni Sang Pemulung Visual di Artotel

133 views

iniSURABAYA.com – “Berkarya itu harus menyenangkan. Paling tidak buat diri sendiri.”

Prinsip itulah yang dipegang seniman asal Magelang, Horestes Vicha setiap membuat karya. Hasilnya, empat karya pilihan pria yang akrab disapa Vicha ini dipajang di Artspace, Lobby Level Artotel mulai Sabtu (18/5/2019) hingga 31 Juli mendatang.

Keempat kreasi yang digelar dalam pameran bertajuk ‘Lost and Found’ itu adalah ‘Psychic Heartbeat’, ‘The Charm of Passion #1’, ‘The Charm of Passion #2’, dan ‘Humling Behavior’.

Lulusan dari Modern School of Design ini memaparkan, ketika masih kuliah dia sempat mempelajari semua genre seni lukis. Vicha bahkan pernah belajar memakai cat minyak pada awal perjalanannya sebagai seorang seniman.

Tetapi ketika harga cat minyak mahal, dia berhenti melukis pakai cat minyak. Uniknya, justru ketika sudah punya kemampuan membeli cat minyak, Vicha malah menegaskan ketidaknyamanannya melukis pakai cat minyak.

“Pakai cat minyak jadi tidak menyenangkan lagi. Jadi buat apa berkarya kalau tidak senang,” tegasnya.

Maka karya kolase jadi pilihan Vicha hingga kini. Tetapi kreasinya tidak cuma berupa karya manual dan sekadar mengumpulkan objek. Tidak juga semata menempelkan berbagai macam bahan sehingga jadi wujud yang diinginkan.

“Bahan yang sudah terkumpul itu saya olah dan mainkan menggunakan bantuan digital. Jadi proses yang saya lakukan seperti pemulung visual,” begitu beber Vicha yang melanjutkan pendidikan ke Art Faculty STSRD Visi, Communication of Design, Yogyakarta ini.

Vicha mengaku tak perlu waktu lama untuk membuat setiap karya. Vicha bisa menyelesaikan setiap kreasinya hanya dalam waktu tiga sampai empat jam.

“Yang lama adalah proses mengumpulkan atau pemilihan media, lalu memikirkan bagaimana proses penyimpanannya,” tandas Vicha. dit

#artotel #pameranlukisan #teknikkolase

Posting Terkait