Dari Desain Grafis ke Seni Lukis Kolase, Horestes Vicha Coba Tuangkan Fenomena Lingkungan Jadi Gagasan Karya

130 views
Horestes Vicha, memajang karya kolase yang dibuat dari tahun 2018-2019 di Artotel.

iniSURABAYA.com – Untuk pertama kalinya Horestes Vicha menggelar pameran tunggal. Dan kota yang dipilih untuk memajang kreasinya itu adalah Surabaya.

Sebanyak empat lukisan kolase karya Vicha dipamerkan di Artspace, Lobby Level Artotel hingga 31 Juli mendatang. Keempat kreasi yang digelar dalam pameran bertajuk ‘Lost and Found’ itu adalah ‘Psychic Heartbeat’, ‘The Charm of Passion #1’, ‘The Charm of Passion #2’, dan ‘Humling Behavior’.

Menurut Vicha, tema itu sengaja dipilih karena identik dengan dirinya yang seorang seniman kolase sekaligus desainer grafis. Istilah ‘lost & found’, lanjut Vicha, berarti hilang dan ditemukan.

Baca Juga : http://inisurabaya.com/2019/05/lost-and-found-sajikan-karya-seni-sang-pemulung-visual-di-artotel/

“Ini sangat berkaitan dengan pola kerja kreatif, pola artistik saya selama ini dalam membuat karya adalah mencari gambar lalu menggabungnya,” ungkap seniman asal Magelang ini.

Seni kolase ini dihadirkan Vicha dengan menggunakan bahan printing digital acid dye print on cordura fabric dan chromogenic print on osca leather.

Vicha menekankan bahwa karya digital bisa dibikin dalam beragam kreasi. “Cuma di Indonsia karya digital untuk kreasi seni ini belum banyak diterima,” tandas Vicha yang pernah mengenyam pendidikan di Modern School of Design (2015), dan Art Faculty STSRD Visi, Communication of Design (2017) Yogyakarta.  

Disinggung soal ide karya-karya, Vicha menyebutkan sebagian besar kreasinya diwujudkan dari fenomena yang ada di sekitarnya. “Saya tak pernah lepas dari lingkungan. Juga keseharian yang saya alami, misalnya ngobrol dengan teman-teman bisa jadi sebuah ide,” cetusnya.

Dalam setiap proses berkarya, lanjut Vicha, dia tak memerlukan waktu lama. Yang membuat lama saat mewujudkan sebuah karya, diakui Vicha adalah pencarian objek dan pemilihan media yang akan dia pakai untuk berkarya.

“‘The Charm of Passion #1’ yang saya buat tahun 2018 itu selesai dalam waktu sekitar sebulan,” urainya.

Dalam karya yang dipamerkan ini Vicha menghadirkan simbol dan ikon visual yang didominasi barang-barang elektronik seperti tape, kamera, lampu, dan toa.

“Sebenarnya saya sangat bebas dalam pemilihan objek, bisa apa saja yang ada di sekitar saya. Kebetulan saya sedang tertarik dengan objek artistik elektronik atau mesin yang dibuat pada era lama. Saya juga menghadirkan figur manusia yang digabungkan dengan teknologi industrial,” imbuhnya. dit

#artotel #pameranlukisan #senilukiskolase desaingrafis

Posting Terkait