AWAS! Pelaku Perdagangan Manusia Ternyata Keluarga Dekat, Begini Caranya Agar Terhindar dari Jeratan Human Trafficking

406 views
Kasus perdagangan manusia cukup besar di Jatim. Karena itu Amerika Serikat melalui Konsul Jenderal AS di Surabaya bekerjasama dengan jajaran Polda Jatim dan Kemenkum HAM Kantor Wilayah Jatim memerangi Human Trafficking.

iniSURABAYA.com – Perdagangan manusia atau human trafficking menjadi masalah serius aparat di Jawa Timur. Ini terbukti dari banyaknya kasus yang terjadi di wilayah ini.

Pada tahun 2018 misalnya, jajaran Polda Jatim mencatat 22 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). “Di tahun 2019, hingga bulan ini ada 12 kasus yang masih berproses,” demikian ungkap Brigjen Pol Toni Harmanto, Wakapolda Jatim pada acara Indonesian and US Law Enforcement Specialists Meet in Surabaya for Training Human Trafficking and Fraudulent Document di Hotel Vasa Surabaya, Selasa (30/7/2019).

Menurut Toni, korban umumnya perempuan dan anak-anak. Dan yang membuat miris, kebanyakan pelaku merupakan orang dekat korban. Bisa keluarga atau teman dekat korban. Karena hal ini, korban cenderung percaya dengan pelaku.

“Banyak kasus justru pelakunya adalah keluarga korban, sebab korban cenderung percaya pada pelaku. Karena itu di lingkungan ini perlu dilakukan berbagai bentuk pencegahan. Salah satunya peningkatan pertahanan keluarga untuk memfilter dan mendeteksi,” tegasnya.

Toni juga menyoroti minimnya informasi di kalangan korban yang rata-rata perempuan dan anak-anak ini sehingga mereka rentan jadi korban penipuan para pelaku TPPO. 

“Minimnya pengetahuan korban, serta kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam dunia kerja membuat korban mudah ditipu,” tuturnya.

Karena itu, Toni menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada iming-iming apapun. Toni menyarankan perempuan untuk terbuka dengan mencari informasi yang sekarang bisa diakses lebih mudah di dunia maya.

“Terungkapnya kasus TPPO ini juga dari kesadaran masyarakat untuk pencegahan. Semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi di media, ini menjadi titik terang,” imbuh Toni.

Ditemui usai pembukaan acara pelatihan seputar Human Trafficking, Mark McGovern, Konsul Jenderal AS di Surabaya menandaskan acara yang baru pertama kali diadakan di Surabaya ini sebagai upaya untuk saling berbagi pengalaman.

Selain dari pihak Konsul Jenderal AS, kegiatan yang diadakan bertepatan dengan peringatan Human Trafficking Day se-Dunia ini juga diikuti jajaran Polda Jatim dan Kemenkum HAM Kantor Wilayah Jatim. dit

#hotelvasa #humantrafficking #konjenamerikaserikat #perdaganganmanusia

Posting Terkait