Hasil Pemilu dan Kebijakan Pemotongan Suku Bunga Beri Efek Positif, Pasar Properti Australia Diyakini Kembali Menguat pada 2020

187 views
Reiza Arief, Konsultan Properti Senior Crown Indonesia

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Hasil Pemilu Australia disusul kebijakan Australian Prudential Regulation Authority (APRA) yang melonggarkan pembatasan pinjaman untuk pembeli rumah, dan yang terbaru adalah penurunan suku bunga membawa efek positif terhadap pasar properti di negara tersebut.

Survey terbaru dari ANZ/Dewan Properti Australia dan data harga hunian dari CoreLogic memapar adanya lonjakan kepercayaan dan aktivitas pembeli dalam tiga bulan terakhir, sebagai reaksi perkembangan terkini di Australia.

Survei yang dilakukan ANZ/Dewan Properti  Australia untuk kuartal September 2019 menunjukkan bahwa kepercayaan industri meningkat sebesar 13 poin indeks, dan peningkatan ini terjadi di sebagian besar kawasan Australia.

David Plank, Head of Australian Economics ANZ mengatakan, telah muncul tanda-tanda stabilitas di pasar properti residensial selama tiga bulan terakhir.

“Beberapa bulan terakhir terjadi penurunan suku bunga, usulan perubahan suku bunga dasar oleh pemerintah, dan dihapusnya ketidakpastian dari dampak kemungkinan perubahan kebijakan pajak mendorong sentiment positif terhadap industri hunian,” katanya.  

Sementara itu, menurut data terbaru CoreLogic, nilai hunian di kota Sydney dan Melbourne mencatat sedikit kenaikan masing-masing sebesar 0,1 persen dan 0,2 persen pada bulan Juni.

”Sepanjang tahun ini, kami melihat penurunan yang terjadi secara konsisten di Sydney dan Melbourne, namun sepertinya the worst is over,” ujar Cameron Kusher, Kepala penelitian CoreLogic.

Cameron Kusher meyakini bahwa Sydney dan Melbourne tampaknya merespons dengan sangat baik hasil pemilu pada bulan Mei dan kebijakan penurunan suku bunga. “Saya pikir hal ini dimungkinkan karena mereka masih memiliki tingkat pengangguran yang rendah, pertumbuhan pekerjaan yang baik, dan ekonomi yang kuat, adalah beberapa hal yang tidak dimiliki kota lainnya,” imbuhnya.  

Menanggapi situasi tersebut, Konsultan Properti Senior Crown Indonesia, Reiza Arief, mengatakan bahwa kondisi yang terjadi saat ini merupakan tanda-tanda positif yang menunjukkan pasar akan kembali kuat pada tahun 2020.

“Pasar properti Australia secara historis mengalami koreksi setiap 5 atau 6 tahun. Namun dengan fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan populasi yang sehat, pasar terus melambung dan secara statistik meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Reiza Arief kemudian memapar kawasan pinggiran kota selalu diminati dan sewa selalu kuat. “Sebagai contoh, salah satu bangunan tempat tinggal paling ikonis di Sydney, Infinity by Crown Group, yang baru-baru ini telah selesai dibangun, hanya membutuhkan waktu enam minggu saja untuk menyewakan 60 persen dari total unit yang tersedia,” bebernya.

Reiza Arief menambahkan,”Ini menunjukkan bahwa selalu ada permintaan untuk tempat tinggal yang indah dan nyaman di kawasan pinggiran kota, seperti yang ditawarkan selama ini oleh Crown Group.”

Crown Group saat ini memiliki proyek hunian vertikal di enam lokasi di kota Sydney, Brisbane dan Melbourne serta Amerika Serikat dan Indonesia. Empat proyek apartemen  utama saat ini juga sedang dibangun di Sydney. wid

#australia #crowngroup #sydney

Posting Terkait