Komnas Perempuan Catat 4.609 Kasus Kekerasan Seksual Selama 2018, Ini yang Dilakukan Grab untuk Menekan Kasus pada Pengemudi dan Penumpang

397 views
Dede Sadeli City Manager Grab Surabaya (tengah) saat menjelaskan fitur baru kepada para pengemudi Grab, Kamis (18/7/2019).

iniSURABAYA.com – Grab, aplikasi daring merilis lima fitur baru yang diklaim demi kenyamanan dan keselamatan pelanggan maupun pengemudi. Terbukti sejak digulirkan fitu-fitur ini, kasus-kasus kekerasan seksual yang dialami pengemudi dan penumpang perempuan turun hingga 80 persen.

“Prinsipnya kami ingin pengemudi dan penumpang aman. Karena itu kami terapkan banyak filter, bahkan untuk malam hari, pengemudi wanita hanya menerima pesanan dari penumpang perempuan,” tegas Dede Sadeli City Manager Grab Surabaya, Kamis (18/7/2019).

Menurut Dede, penerapan fitur baru yang ramah perempuan ini tujuannya untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Sebab, secara probabilitas terdapat 20 persen mitra pengemudi grab adalah perempuan.

Dede mengklaim, dengan terus meremajakan fitur keamanan, kekerasan terhadap perempuan bisa ditekan. Menurutnya, secara probabilitas kalau angka kekerasan adalah 7, maka telah bisa ditekan menjadi 2 angka kekerasan dengan perbaruan fitur ini.

Baca Juga : http://inisurabaya.com/2019/07/bertekad-nol-insiden-grab-kenalkan-fitur-baru-untuk-keselamatan-penumpang/

“Demi keselamatan mereka kami bekerjasama dengan berbagai pihak di antaranya dengan Komnas Perempuan dan kepolisan,” katanya.

Sementara itu Masruchah, Komisioner Komnas Perempuan yang juga hadir dalam acara ‘Safety Roadshow’ yang digelar Grab di Hotel Novotel Samator Surabaya mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 2013 hingga 2017 kasus kekerasan seksual di Indonesia termasuk yang terjadi di moda transportasi mencapai 12.951 kasus.

Bahkan pada 2018 pihaknya mencatat ada 4.609 kasus kekerasan seksual yang ditangani oleh 298 lembaga swasta dan pemerintah, termasuk di Surabaya oleh Savy Amira Women Crisis Center.

“Ini jadi catatan bagi penyelenggara transportasi baik konvensional dan online untuk menyiapkan rambu-rambu agar kekerasan seksual bisa dicegah,” cetusnya.

Masruchah menyoroti kekerasan perempuan tersebut dilakukan penumpang kepada pengemudi maupun pengemudi ke penumpang. “Tetapi kasus yang terjadi pada ojek online secara angka kami belum memilah-milahnya,” imbuhnya.

Sosialisasi berupa Safety Roadshow yang dilakukan Grab bersama Komnas Perempuan ini  digelar di empat kota di Indonesia, yakni Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar. dit

#grab #kekerasanseksual #komnasperempuan #ojekdaring

Posting Terkait