Waspadai Perubahan Tingkah Laku dan Gangguan Penglihatan, Bisa Jadi Terkena Kanker Otak

83 views
Pemeriksaan screening atau MRI diperlukan untuk mendeteksi kanker otak. (foto: IST)

inSURABAYA.com – Beberapa waktu lalu jagad selebritas Tanah Air dihebohkan kabar tak sedap terkait kondisi Agung Hercules yang menderita sakit kanker otak. Sakit yang mematikan ini ternyata sebelumnya juga sempat merenggut Kasino ‘Warkop’ pada tahun 1997.

Penyakit yang menyerang di pusat kendali tubuh ini ternyata sangat jarang disebabkan oleh genetik. Hanya sekitar 5 – 10 persen kanker yang diwariskan secara genetik atau keturunan.

“Meski bukan penyebab utama, gaya hidup juga menjadi faktor risiko kanker otak,” kata Bambang Widjanarko SpRad (k)onk, Dokter Spesialis Radiologi dari Adi Husada Cancer Center Surabaya.

Bambang kemudian memaparkan, penyakit kanker otak dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Kanker Otak Primer dan Sekunder.

Kanker Otak Primer merupakan kanker otak yang berasal dari otak itu sendiri. Sedang Kanker Otak Sekunder merupakan kanker otak yang disebabkan oleh metastase atau penyebaran dari kanker lain.

“Umumnya dipicu oleh kanker paru, prostat dan kanker payudara,” paparnya. 

Kanker otak dapat menyebabkan berbagai gangguan. Tergantung bagian otak yang jadi sasaran. Apakah yang di otak besar, kecil, batang otak ataupun tulang belakang.

Gangguan yang ditimbulkan pun akan mengikuti fungsi dari bagian otak tersebut. Misalnya jika kanker menjangkit lobus frontal, maka akan mempengaruhi perubahan sikap tingkah laku.

“Jika biasa jadi alim bisa berperilaku sebaliknya. Juga gangguan penglihatan dan bahasa, serta lemah pada salah satu sisi tubuh,” imbuhnya. 

Bambang Widjanarko SpRad (k)onk, Dokter Spesialis Radiologi dari Adi Husada Cancer Center Surabaya

Penyebab kanker otak bisa bermacam-macam. Orang dengan ras kaukasia lebih rentan terkena kanker otak. Paparan zat kimia dan radiasi juga dapat meningkatkan risiko kanker otak.

Gejala kanker otak beberapa bisa diketahui. Diantaranya adalah rasa nyeri kepala yang terjadi sering, karena terdapat peningkatan tekanan pada rongga otak. Terkadang telinga berbunyi(mbenging), berkurangnya penglihatan, mual dan muntah, serta sering pingsan.

“Terkadang bisa pula sampai kejang-kejang. Namun penyakit ini hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan screening atau MRI,” urainya. 

Pengobatan utama pada kanker otak adalah pembedahan. Karena operasi dapat menentukan jenis patologinya untuk kemudian menentukan pengobatan selanjutnya.

Tetapi ada beberapa kasus yang tidak dapat dilakukan pembedahan karena lokasi tumor terletak di daerah struktur yang sangat berbahaya. 

Kemoterapi juga bisa dilakukan. Tetapi tindakan ini hanya untuk meminimalisir penyakit, bukan mengobati sakitnya. 

Radioterapi juga bisa dilakukan untuk mengobati kanker. Tapi diberikan paska pembedahan. Prinsip radiasi adalah mematikan sel tumor semaksimal mungkin . Minimal pada jaringan normal.

“Radioterapi juga merupakan pengobatan paliatif yang terpilih untuk kasus-kasus sekunder,” tutur Bambang. 

Segala jenis kanker otak tergolong kanker ganas. Keadaan terparah pada kanker otak bisa menggaggu pusat vital tubuh. Terutama jika daerah batang otak yang kena, maka akan mengganggu pernafasan hingga meninggal. 

Agar terhindar dari kanker, kita bisa mencegah faktor risiko. Diantaaranya dengan memperbaiki lifestyle. Bukan hanya makanan, tapi juga paparan dari polusi yang juga harus dihindari.

Kanker otak juga berkaitan dengan hormon. Itulah, orang yang melakukan KB juga bisa beresiko terkena kanker otak. dit

#adihusadacancercenter #agunghercules #kankerotak #mri

Posting Terkait