Disperindag Jatim Dorong Ekspor Kopi Olahan, Ternyata Ini Alasannya

457 views
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur menggela Festival Kopi di Open Space Grand City Surabaya. Festival kali ini lebih difokuskan pada proses pengolahan kopi.

iniSURABAYA.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim) terus mendorong tumbuhnya produk kopi olahan dan standarisasi kopi. Melalui UPT SNI (Standar Nasional Indonesia) dan UPT Kemasan, kopi-kopi di Jatim yang dikenal dengan sebutan Java Coffee bisa kian dikenal di industri kopi nasional.

Dalam upaya lebih mengenalkan kopi nasional, Disperindag Jatim menggelar Festival Kopi Jawa Timur 2019 Open Space Grand City Surabaya. Festival kali ini lebih difokuskan pada proses pengolahan kopi (roastery dan inovasi produk).

“Festival Kopi ini untuk mempromosikan kopi dan industri kopi Jatim,” kata Drajat Irawan, Kepala Disperindag Jatim, Rabu (7/8/2019) malam.

Menurut Drajat, kegiatan tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2018 lalu dengan empat katagori lomba, yaitu Brewing, Latte Art, East Java Signature Coffee, dan Coffeepreneur Business Challenge.

Baca Juga : http://inisurabaya.com/2019/08/kopi-jatim-banyak-di-ekspor-ke-jepang-dan-amerika-serikat-dalam-bentuk-biji-dan-kopi-instan/

Drajat berharap lewat ajang Festival Kopi kali ini mampu menghadirkan IKM (Industri Kecil Menengah) kopi terbaik Jatim, serta menyajikan berbagai hasil kreativitas dalam membuat olahan kopi.

Selain festival kopi, di kesempatan itu juga digelar talkshow inspiratif tentang perkembangan bisnis kopi khususnya Jatim dengan mengundang beberapa pembicara dari berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, lembaga penelitian seperti Puslitkoka dan coffeepreneur.

Ditambahkan Drajat, Disperindag mempunyai UPT SNI untuk fasilitasi dalam menguji parameter kopi. Selama dua tahun terakhir Disperindag sudah melakukan uji parameter kopi pada 109 IKM, baik dari SNI, barcode maupun merek.

”Kami juga fasilitasi melalui UPT Kemasan, agar lebih menarik saat produk kopi dibawa. Setelah tahap kemasan, kemudian pemasaran dan itu juga difasilitasi melalui pameran baik dalam negeri maupun luar negeri. Pameran dalam negeri biasanya dalam bentuk pameran antar pulau, pameran di tingkat kabupaten/kota serta perwakilan kantor Disperindag,” ungkapnya.

Di sisi ekspor, kata Drajat, Disperindag terus mendorong agar ekspor kopi lebih banyak dalam bentuk olahan. ”Kopi yang diekspor dalam bentuk olahan akan memberikan nilai tambah bagi IKM terutama dari sisi harga bisa meningkat di kisaran 30-60 persen,” tegas Drajat.

Sebelum penyelenggaran festival kopi, jajaran Disperindag Jatim telah melakukan seleksi untuk memilih roaster dan produk inovasi terbaik dan mengikuti kompetisi pada Festival Kopi Jatim.

Seleksi telah diselenggarakan di Surabaya, Malang, dan Jember pada tanggal 15-19 Juli 2019. “Pelaksanaan seleksi diumumkan secara terbuka di media sosial Disperindag Jatim dan diikuti 101 peserta yang mendaftar secara online,” urai Drajat.

Dari hasil seleksi di tiga kota tersebut, terpilih 18 orang peserta lomba coffee roasting competition dan 30 orang peserta innovative product yang berkompetisi pada puncak Festival Kopi Jatim Tahun 2019 di Open Space Grand City Surabaya. dit

#festivalkopi #grandcityconvex #grandcitymall #kopiolahan

Posting Terkait