Pemerintah Bakal Pindahkan Ibukota, Arsitek Faldo Andreo Ingatkan Pada 7 Aspek Penting Ini

721 views
Faldo Andreo Honggowidjojo

iniSURABAYA.com – Rencana pemindahan ibukotadari Jakarta mendapat perhatian serius dari Faldo Andreo Honggowidjojo. Desainer peraih setumpuk penghargaan luar negeri ini meyakini dimana pun lokasi yang dipilih tentu memiliki dasar kuat untuk kebaikan masyarakat bersama.

Menurut Faldo, pembangunan sebuah kota maupun ibukota memiliki dasar agenda yang sama dengan pengembangan lahan properti pada umumnya. Namun, dengan keperluan-keperluan khusus dalam penunjangan tugas negara, perancang perlu membenamkan beberapa poin penting lebih dalam pada aspek yang jadi prioritas.

Arsitek muda asal Surabaya ini lalu memapar ada tujuh dari sejumlah aspek yang perlu dapat perhatian khusus untuk merancang ibukota baru dalam sebuah agenda arsitektur.

“Dalam ilmu desain, kita mengenal dengan istilah Space Zoning Plan, yaitu ilmu pemetaan wilayah berdasarkan ruang dan zona dalam sebuah dasar perancangan,” ujar peraih gelar Top 10 Designer in Indonesia (WDR 2019) ini.

Faldo menambahk pemetaan tersebut berlaku secara 2-dimensi (denah) atau 3-d (ruang, struktur dan topography secara hierarchy).

Dalam hal ini, perancangan sebuah ibukota baru tentu butuh zonasi wilayah yang mencakup gedung-gedung inti (pemerintahan) dan gedung pendukung (fasilitas).

Peletakan atau region dalam zonasi bukan ditentukan dari demand semata, tetapi membutuhkan kajian akan tugas dan fungsi setiap gedung demi menciptakan alur yang baik dalam ritme kerja, koneksi dan kesinambungan antara gedung (dan departemen).

“Bila kita bicara tentang perancangan zona, tidak cukup hanya pada tata kota saja. Namun per-satuan tiap gedung juga dirancang dengan zonasi yang baik untuk mencapai sistem Walk Flow (Alur Jalan) dan Work Flow (Alur Kerja) yang baik,” tutur peraih penghargaan 

Faldo menekankan, bahwa zonasi juga dirancang dalam tingkatan privasi. Peletakan tersebut didasari oleh pembatasan zona publik menuju zona privasi yang berlaku baik secara lansekap dan arsitektur.

Setelah semua perancangan tersebut, desain diteruskan pada kajian Room Reserving Plan. Artinya, akan diterapkan pembagian tiap ruang pada prinsip-prinsip yang sama pada Space Zoning Plan.

Yang juga menjadi bagian penting dalam perancangan ibukota adalah keamanan. Terlepas dari kajian keamanan pada lokasi terpilih, perancangan baik pada tata kota dan arsitektur juga melibatkan dan membentuk kajian keamanan secara desain.

Pada dasarnya, ada dua faktor keamanan yang terlibat dalam arsitektur, yaitu natural disaster (bencana alam) dan outer threats (ancaman luar).

Sebagai tempat penting yang mempunyai tanggung-jawab tugas negara, faktor keamanan dalam perancangan arsitektur lebih ditekankan secara mendalam. Dalam perancangannya, desainer membutuhkan perhatian khusus pada pencegahan, penanganan dan evakuasi yang diterapkan dalam sebuah desain.

“Sebagai contoh, salah satu dari natural disaster yang mungkin terjadi adalah kebakaran,” cetusnya.

Dalam tindak pencegahannya, desainer menerapkan standar dan kalkulasi dari Fire Bureau untuk menetapkan jumlah dan lokasi sprinkler, hydrants, alarm, tabung pemadam dan berikut sistem perpipaan yang melibatkan air dengan tekanan terpisah dari suplai umum.

Pada penanganannya, rancangan desain dari tindak pencegahan tersebut harus berfungsi dengan baik secara mekanisme otomatis dan standar prosedur petugas dalam operasional nyata.  

Selain itu, perancangan juga memerlukan kajian denah dan material pada evakuasi untuk penerapan titik kumpul, rute evakuasi dan akses pertolongan.

“Contoh, kaca yang dapat dipecahkan dengan tanda segitiga dari pemadam kebakaran,” imbuhnya.

Ada baiknya apabila perancangan memiliki konsiderasi yang seimbang antara penerapan teknologi sekuriti dan mekanisme manual guna persiapan yang maksimal pada semua kondisi.

Selain itu pada pengguna keamanan juga berfokus pada arsip dan aset penting negara. Yang menjadi perhatian ketiga adalah kajian ‘Transportasi dan Logistik’.

Secara spesifik, perancangan di sini melibatkan infrastruktur dan suplai sehari-hari. Dengan akses infrastruktur yang baik, tentu segala bentuk transportasi yang melibatkan pengguna (manusia) dan barang akan lebih lancar.

Kelancaran transportasi dan logistik secara langsung mempengaruhi kegiatan sebuah kota. Itulah kenapa dari masa ke masa, perkembangan sebuah kota sangat dipengaruhi akan kemudahan transportasi dan logistik di suatu daerah.

Pada sisi perancangannya, hal ini juga membutuhkan pembangunan tempat-tempat khusus seperti gudang, pelabuhan, landasan udara, termasuk landasan helikopter, sampai sistem lalu lintas dan penunjang transportasi publik lainnya.

“Faktor yang tidak kalah penting dengan transportasi dan logistik adalah power supply, water supply dan data supply (connection route untuk jaringan komunikasi),” tandasnya.

Faldo mengingatkan,”Jangankan sebuah ibukota. Pengembangan suatu lahan properti saja bila tidak mendapatkan suplai listrik, air dan data yang baik dapat mempengaruhi keseluruhan kesuksesan sebuah pengembangan.”

Dua cara desainer mendapatkan suplai yang baik dalam sebuah pengembangan apabila lokasi memiliki keterbatasan suplai adalah membuat sambungan dari daerah terdekat, bila ada kelebihan suplai dari lokasi terdekat, dan membuat source plan baru, jika tidak ada suplai dari lokasi terdekat atau biaya koneksi lebih mahal.

Perhatian yang lain adalah Waste Management (Pengolahan Pembuangan). Sebuah kota dengan desain dan fasilitas terbaik pun bila tidak memiliki pengolahan pembuangan yang baik akan menjadi ancaman sewaktu-waktu.

“Inilah yang sering terjadi di kota-kota berpenduduk padat yang tidak siap dengan pengolahan sampah,” tegasnya. dit

#arsitektur #faldoandreo #ibukotaindonesia

Posting Terkait