Arumi Bachsin Minta Masyarakat Tetap Beli Batik Meski Hasilnya Jelek, Ternyata Ini Maksudnya

115 views

iniSURABAYA.com – Batik itu dibuat melalui proses panjang dan rumit. Karena itu wajar bila kain tradisional Tanah Air ini harganya mahal.

“Membuat batik itu dimulai dari mencanting, meniup, mewarnai, mencelup hingga jadi sebuah kain beraneka motif. Karena proses panjang inilah batik tak bisa disamakan dengan kain lainnya, apalagi batik printing!”  

Pernyataan itu dilontarkan Arumi Bachsin, istri Wakil Gubernur Jawa Timur saat hadir di acara Batik Day :  An Indonesia Heritage Celebration yang diselenggarkan di Best Western Papilio Hotel, Sabtu (5/10).

Wanita yang sempat menjalani profesi sebagai artis ternama ini mengaku sangat emosional dan sensitif bila diminta tanggapan soal batik printing. “Batik printing itu kain dengan motif batik,” begitu tegasnya.

Karena proses panjang itu pula, Arumi meminta agar masyarakat menghargai jerih payah perajin batik. “Jelek atau bagus hasilnya, beli saja. Atau bila ada titik yang tidak sinkron tak masalah, justru itu bisa jadi ciri khas. Yang penting adalah apresiasi kita pada perajin batik,” imbuhnya.

Arumi yang siang itu hadir bersama sang putra menyatakan pula bahwa penghasilan para perajin batik sangatlah kecil.

“Untuk menyelesaikan satu kain dia hanya mendapatkan Rp 25.000. Padahal paling cepat kain itu bisa diselesaikan dalam tiga hari,” paparnya.  

Acara yang dihadiri sekitar 50 undangan itu juga diisi dengan peragaan busana batik yang membawakan busana dengan dua konsep berbeda yaitu batik modern dan batik tradisional. Untuk batik modern diwakili oleh TAPA Indonesia dan batik tradisional khas Pamekasan yang diwakili oleh SILA Batik.  

Yang menarik, para model tidak hanya berlenggak-lenggok untuk memperkenalkan karya masing-masing designer, namun juga untuk menunjukkan keindahan batik untuk akhirnya dilelang dan hasil lelangnya disumbangkan melalui rekan-rekan Sedekah Oksigen untuk Riau yang saat ini sedang berkabut.

“Melalui event ini kami berharap bisa lebih mengembangkan batik dan menjadi generasi yang bangga pada warisan sendiri serta bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujar Intan Manullang, Marketing Communication Manager Best Western Papilio Hotel Surabaya. dit

#arumibachsin #bestwesternpapiliohotel #kainbatik

Posting Terkait