Padu-Padankan Unsur Tradisional dan Modern Pamekasan dengan Teknik Discharge, Seperti Ini Rancangan ‘Pop Mekasan’ Embran Nawawi

139 views

iniSURABAYA.com – Tak pernah berhenti berkreasi. Maka selalu ada karya baru dari tangan desainer Embran Nawawi.

Paling gres, pria kelahiran kelahiran 5 Juli 1971 ini menghadirkan ‘Pop Mekasen’. Lewat kreasinya itu, Embran ingin menyuguhkan ‘batik baru’ yang memasukkan teknik pop art dalam batik.

“Dan sebaliknya, saya juga membawa batik ke dalam seni modern,” paparnya ketika ditemui iniSurabaya.com di Omah Sae Cafe, Selasa (8/10/2019).

Embran menekanan bahwa dirinya tak ingin membenturkan tradisi dan modern dalam sebuah budaya. “Saya justru ingin menampilkan perkembangan dari sebuah karya seni. Sebab kita kan punya peradaban, dan peradaban itu akhirnya harus masuk ke ranah modern,” paparnya.

Melalui kreasi ‘Pop Mekasan’, Embran coba menyajikan fenomena dari generasi muda Pamekasan yang sedang ingin jadi populer. Hasilnya, adalah batik yang diproses jadi baju anak muda yang berbasis budaya dan agama di Pamekasan.

“Bajunya tetap ada hijab dan tertutup, tetapi cuttingnya yang dibuat modern,” tegasnya.  

Embran tetap menampilkan ciri khas batik Pamekasan, yaitu kupu-kupu dan titik-titik. Namun, Embran juga menghadirkan visual berupa ayam, jagung, dan tembakau.

“Karena saat saya di sana (Pamekasan), bangun pagi karena ayam. Lalu sarapan sughannya nasi jagung. Dan ketika jalan-jalan di perkebunan, melihat yang banyak ditanam di sana adalah tembakau,” imbuhnya.

Pemandangan itulah yang lalu diangkat Embran jadi visual dalam karya batik ‘Pop Mekasan’ yang dia buat melalui proses ‘discharge’. “Saya buat di atas kain yang sudah berwarna,” tandasnya.

Proses yang diakui Embran sebetulnya sederhana, tetapi harus dilakukan penuh konsentrasi, dan fokus yang tepat untuk memperoleh hasil bagus. “Jadi nggak lagi bikin batik seperti yang pakem yaitu membatik di atas kain putih lalu diberi warna,” katanya.

Kelebihan dari proses ‘Discharge’ ini, lanjut Embran,  adalah bisa mengurangi limbah. “Karena kalau nyelup batik lama itu akan menimbulkan limbah yang banyak,” cetusnya. 

Tak hanya itu. Perbedaan lain yang dilakukan Embran adalah batik yang dia buat menggunakan bahan linen. “Selama ini tidak pernah ada yang membuat batik di atas kain linen, karena memang tidak mudah,” ungkapnya. dit

#desainer #embrannawawi #omahsaecafe #pamekasan #popmekasan

Posting Terkait