Ingin Sukses Berbisnis Kuliner? Ada 8 Faktor Utama yang Harus Jadi Pegangan, Simak Detilnya Ini

83 views
Julius Komang

iniSURABAYA.com – Meski kini berhasil membuka 60 cabang di bidang usaha kuliner, Julius Komang mengaku perjalanan yang dia alami tidak serta merta mulus.

“Tak semuanya berhasil. Gagal dan rugi itu pasti pernah saya alami,” begitu tutur pemilik usaha kuliner berlabel ‘Penyetan Cok’, ‘Sushi Suteki’, dan ‘Bebek Semangat’ ini, Sabtu (4/1/2020).

Baca Juga : http://inisurabaya.com/2020/01/tak-punya-pengetahuan-masak-julius-komang-sukses-berbisnis-kuliner-hingga-buka-60-cabang-begini-kiatnya/

Menurut pria yang hanya mengantongi ijasah SMA ini, ada delapan faktor utama yang harus diketahui seseorang agar usaha yang dia jalani bisa sukses.

Berikut faktor-faktor yang menentukan usaha seseorang:  
1. Perencanaan ide
Dalam perencanaan ide membuat usaha kuliner, yang utama harus dipikirkan adalah desain kemasan dan branding merek. Ini akan memberi nilai tambah dan image produk.

2. Strategi
Untuk strateginya perlu melakukan analisa SWOT yang meliputi kekuatan produk, kelemahan, peluang, dan mengetahui apa saja ancamannya.

3. Taktik
Saat pelaku usaha kuliner butuh cara promosi lain untuk membantu brand kulinernya terkenal. Jika dana yang dimiliki cukup, tidak ada salahnya melakukan taktik yakni dengan memasang banner di pinggir jalan, dan mencetak brosur.
Jika tidak, manfaatkan jejaring sosial gratis seperti Facebook, Instagram, dan media sosial lain. Intinya buatlah akun rumah makan yang dekat dengan masyarakat calon pembeli.

4. Value
Karena value utama dalam bisnis kuliner adalah kualitas rasa, maka produknya harus punya rasa enak dari semua produk yang ada di pasaran.
Untuk melakukan ini, cukup melakukan tindakan sebagai berikut: cari resep dan baca sebanyak-banyaknya. Praktikkan resep tersebut, tes hasil praktik kepada orang lain atau customers.
Buat modifikasi jika masih belum sempurna. Gali row material dari suplier-suplier minta sampel atau beli.

5. Budgeting
Agar usaha kuliner berjalan baik dan lancar, hal yang perlu dipersiapkan teliti adalah dari sisi Perencanaan Anggaran Keuangan (Budgeting).
Budget Perencanaan tersebut, terdiri dari laba rugi (income statements), arus kas (cashflow statements projection), neraca (balance sheets), dan anggaran investasi peralatan produksi (Capital Expenditure).

6. Marketing & Promosi
Untuk memperkenalkan produk, pelaku usaha kuliner bisa memilih media promosi gratis melalui media sosial seperti Facebook Fanpage, Twitter dan Instagram.

7. Manajemen Restoran
Para pelayan restoran memanfaatkan kecanggian teknologi dalam melayani konsumen.
Ketika seorang pelanggan harus menunggu untuk sebuah meja di restoran, hal tersebut tentu membuatnya tidak nyaman dan ada kemungkinan restoran kehilangan profit.
Teknologi diciptakan untuk mempermudah menjalankan bisnis. Contohnya adalah sistem point of sale (POS) atau yang lebih dikenal sebagai aplikasi kasir modern.
Sistem POS saat ini memiliki banyak kelebihan yang tidak hanya diperuntukan untuk mengelola akunting atau inventaris semata, tetapi juga memaksimalkan pelayanan bisnis tanpa banyak usaha.

8. Business Scale
Pengembangan bisnis sangat perlu dilakukan dalam menjadi pelaku usaha kuliner.
Jika dirasa sudah sukses menjalankan satu usaha, maka jangan takut buka usaha lainnya. Atau bisa juga beranikan buka cabang baru dari bisnis pertama yang telah sukses tersebut.

“Delapan faktor tersebut yang selama ini saya pegang untuk menjalankan bisnis kuliner hingga saya memiliki lima jenis bisnis kuliner dengan 60 outlet yang tersebar di Pulau Jawa,” pungkasnya. dit

#bebeksemangat #bisniskuliner #juliuskomang #penyetancok #sushisuteki

Posting Terkait