Ternyata Ini Alasan Surabaya Harus Berlakukan PSBB

598 views
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur memimpin saat jumpa pers bersama Kapolda Jatim, dan Pangdam V/Brawijaya di Gedung Negara Grahadi.

iniSURABAYA.com – Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur akhirnya memutuskan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya, sebagian Kabupaten Gresik, dan sebagian Kabupaten Sidoarjo.

Penegasan itu disampaikan Khofifah usai melakukan rapat koordinasi secara tertutup dengan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Nur Ahmad Syaifuddin (Plt Bupati Sidoarjo), dan Nadlif (Plt Sekda Kabupaten Gresik) di Gedung Negara Grahadi, Minggu (19/4/2020).  

Sebelumnya, Forkopimda Jawa Timur mulai dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi dan juga Forkopimda dari ketiga daerah tingkat II juga hadir dalam rapat ini.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyatakan bahwa Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) kemudian merekomendasikan agar Surabaya yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 untuk menerapkan PSBB.

“Dalam Rakor itu dibahas tentang kajian epidemiologi yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair yang telah melakukan scoring yang merujuk pada metode evaluasi epidemiologi yang diatur dalam Permenkes terkait PSBB,” kata Khofifah.

Gubernur wanita pertama di Pemprov Jatim ini menegaskan berdasarkan penilaian tersebut total nilai untuk Surabaya mencapai 10. “Ini nilai tertinggi dalam skala evaluasi,” ungkap Khofifah dalam konferensi pers di Grahadi, Sabtu (18/4/2020) malam.

Dengan nilai 10, Khofifah mengatakan sudah saatnya Surabaya memberlakukan PSBB. Pertimbangan lainnya adalah angka kasus Covid-19 di Surabaya yang pernah empat kali meningkat dua kali lipat.

Penularan di Surabaya juga mencapai transmisi level dua atau propagated spread, bahkan ada transmisi lokal maupun lintas wilayah.

1. Penyebaran Virus Corona di Surabaya sampai Minggu 19 April 2020 Jam 12.00

Data hari ini menyebutkan bahwa terdapat perubahan cukup signifikan pada kasus virus corona di Surabaya.

Jika sebelumnya Surabaya Selatan menjadi wilayah dengan konfirmasi Covid-19 tertinggi, kini menjadi Surabaya Timur.

Berikut paparan Covid-19 di Surabaya Timur, 512 ODP, 150 PDP, dan 71 positif Covid-19.
Sementara di Surabaya Selatan 447 ODP, 150 PDP, dan 63 positif.
Surabaya Barat terdiri dari 382 ODP, 166 PDP, dan 43 positif.
Surabaya Utara 158 ODP, 106 PDP, dan 44 positif.
Surabaya Pusat 164 ODP, 68 PDP, dan 22 positif.

2. Update Virus Corona di Jatim sampai Minggu 19 April 2020 Jam 19.00

Melalui laman infocovid19.jatimprov.go.id, jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 588 orang.

Dengan rincian 98 sembuh (16,67 persen), 434 dirawat (73.81 persen), dan 56 meninggal dunia (9.52 persen).

Data hari ini menyebutkan Surabaya masih menjadi daerah dengan jumlah penyebaran Covid-19 terbanyak di Jawa Timur yakni 299 kasus positif.

Sementara daerah terdekat dari Kota Surabaya, yaitu Sidoarjo mencatat 57 kasus, dan Gresik 20 kasus. dit

#covid19 #gubernurjatim #khofifahindarparawansa Surabaya

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)