Lestarikan Wayang, Mahakarya Mendongeng Kuno Indonesia dalam Tampilan Digital, Simak Yuuk

545 views
ILUSTRASI : Halaman Museum Wayang Nasional di tampilan web, mobile web, dan aplikasi Google Arts & Culture.

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Sebagai salah satu Mahakarya Seni Bertutur dan Warisan Budaya Kemanusiaan Takbenda atau Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity yang diproklamasikan Unesco, wayang tidak hanya sekedar kesenian atau pertunjukkan.  

“Wayang adalah sebuah media refleksi untuk mewariskan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya,” tegas Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Karena itu pula, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bersama Pemprov DKI Jakarta, Google Arts & Culture, mengajak masyarakat untuk mempelajari lebih lanjut tentang warisan Indonesia yang kaya, dari rumah.

Selain berbagai museum nasional dan tempat bersejarah yang sudah tersedia, Google Arts & Culture menambahkan koleksi wayang dari Museum Wayang Jakarta.

Untuk merayakan keberagaman wayang, sebuah kesenian mendongeng tradisional yang berasal dari bahasa Jawa ‘bayangan’, halaman ini akan menampilkan 106 buah wayang yang ditangkap oleh teknologi ‘Art Camera‘ dari Google, 12 pameran interaktif dari beragam jenis hingga busana yang dikenakan setiap Wayang yang khas dengan daerah asalnya. 

Pengunjung juga akan dibawa ke tiga tur street view yang dilengkapi panduan audio, ditambah video tutorial tentang cara membuat wayang dari awal, yang cocok untuk menjaga keluarga, pecinta kerajinan, atau bahkan hanya ingin tahu, tetap aktif dan produktif di rumah.

“Wayang adalah warisan penting yang dekat dengan hati kita yang perlu dilestarikan dan dirayakan. Berkat kerja sama antara Google Arts & Culture dan Museum Wayang Jakarta, bagian-bagian penting dari warisan ini telah dilestarikan secara digital dan sekarang ditampilkan untuk umum,” ujar Hilmar.

Sementara Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta mengaku, dalam situasi sulit seperti sekarang, kolaborasi dengan banyak pihak semakin dibutuhkan, termasuk dalam teknologi.

“Dengan kolaborasi, kita bisa menyelesaikan banyak sekali masalah dan menghasilkan banyak hal baik yang bahkan belum terpikir oleh kita sebelumnya,” cetusnya.

Di bidang teknologi misalnya, lanjut Anis, kolaborasi dengan Google Arts & Culture ini sangat brilian. Melalui Google Arts & Culture, anak-anak yang sedang menjalani School from Home (sekolah dari rumah) bisa berkenalan dengan warisan budaya bangsa.

“Lebih dari itu, berkat kolaborasi di bidang teknologi, Museum Wayang juga bisa dinikmati tidak hanya oleh lebih banyak orang di Indonesia, tapi juga bisa diperkenalkan ke seluruh dunia” imbuhnya.

Google Arts & Culture telah menjadi mitra inovasi untuk lembaga kebudayaan di seluruh dunia sejak 2011, menyediakan akses ke koleksi seni lebih dari 2.000 museum. Inisiatif ini adalah cara mendalam untuk menjelajahi seni, sejarah, dan keajaiban dunia; yang terus mengembangkan teknologi yang membantu melestarikan dan berbagi budaya di seluruh dunia dan memungkinkan kurator untuk membuat pameran yang menarik secara online dan offline.

“Google Arts & Culture tersedia secara gratis untuk semua orang melalui web di g.co/wayang atau Aplikasi Google Arts & Culture (iOS dan Android),” kata Ryan Rahardjo, Manajer Senior Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah, Google Indonesia.

Ryan menambahkan, pihaknya memahami pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas suatu negara. Sejak Oktober 2016, Google Indonesia telah secara aktif bekerja untuk menambahkan lebih banyak konten dari museum Indonesia dan tempat bersejarah nasional ke Google Arts & Culture.

“Kami berharap dapat terus melestarikan dan merayakan lebih banyak warisan dan budaya Indonesia secara digital di masa mendatang,” pungkasnya. wid

#googlearts&culture #jakarta #kemendikbud #PemprovDKI

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)