Tak Bisa Bayar Sewa Kamar, Pasangan Suami Istri Ini Terancam Diusir dari Rusun Siwalan Kerto

520 views
Pasangan suami istri, Adi Siswanto dan Rina menerima bantuan sembako dari Hotel Harris Guberng Surabaya dan donasi THR dari anggota FKHM Jatim.

iniSURABAYA.com – Pandemi Covid-19 menyerang semua lini kehidupan. Dampak negatifnya juga menimpa pasangan suami istri Adi Siswanto-Rina yang menempati rumah susun di Jl Siwalan Kerto Timur V-35 Surabaya.  

Adi Siswanto yang bekerja sebagai agen properti ‘dirumahkan’ karena tak ada kegiatan di perusahaan tempat bekerja menyusul merebaknya virus corona. Begitu pula Rina yang bekerja sebagai terapis bagi para lansia yang membutuhkan jasa perawatan dari ibu dari tiga anak tersebut.

Buntutnya mereka sering menunggak angsuran sewa kamar yang besarnya Rp 1.321.000 per-bulan. “Sewa kamar berbeda, tergantung lokasi unitnya,” ungkap Adi yang menempati kamar di nomor 103 Tower E.

Kisah itu disampaikan Adi dan Rina saat menerima kunjungan pengurus Forum Komunikasi Hotel & Media (FKHM) Jawa Timur, Sabtu (23/5/2020). Kedatangan pengurus FKHM Jatim ini untuk menyampaikan bantuan berupa sembako dan ‘THR’ guna meringankan beban pasangan suami istri terdampak covid-19 itu.   

Aksi sosial ‘THR’ yang dilakukan FKHM Jatim juga membagikan paket nasi dari RM Primarasa untuk berbuka puasa para pengemudi becak, pemulung, dan petugas kebersihan di sepanjang Jl Kertajaya Surabaya.

Diakui Adi, untuk kamar di lantai lebih atas lebih murah. Tetapi karena kondisi sang istri yang mengalami cacat pada kaki sehingga tidak mudah untuk naik turun tangga setiap saat.   

Baca Juga : http://inisurabaya.com/2020/05/terharu-dapat-bantuan-dari-fkhm-jatim-wanita-korban-phk-ini-sampai-pingsan/

Tak hanya menunggak angsuran sewa kamar. Aliran air dan PLN pun sudah lama diputus. Akibatnya, anak-anak mereka harus belajar di lorong tower dengan mengandalkan penerangan yang ada di area tersebut.

Menurut Adi, dirinya sudah mengirimkan surat k Sekda Provinsi Jatim untuk memohon keringanan atas kondisi yang mereka alami. Upaya itu dilakukan lantaran rusun tersebut diketahui ada di bawah pengeloaan Jatim Graha Utama, salah satu BUMD Pemprov Jatim.

Sedang Rina pun sempat mencoba bantuan pada Imam Utomo, mantan Gubernur Jatim. “Kebetulan rumah pak Imam itu berdekatan dengan tempat saya bekerja sebagai terapis. Tetapi ya sama, belum ada reaksi apa-apa,” ucap Rina sambil menyampaikan jika tak ada uang buat bayar sewa, maka akhir bulan Mei ini mereka harus meninggalkan rusun itu.

Selain pasangan Adi Siswanto, bantuan yang sama juga diberikan ke korban terdampak Covid-19 lainnya, yaitu Kustini yang tinggal di Jl Kapas Gading Madya 5/36 Surabaya.

Target kegiatan sosial untuk menyalurkan dana hasil donasi anggota FKHM Jatim ini juga menyasar Mukari, penjaga gedung eks ludruk di Jl Pulo Wonokromo, dan Utami, ibu tiga anak yang tinggal di Jl Kupang Krajan Tengah Surabaya.

Di bulan Ramadan kali ini, FKHM Jatim menggelar agenda donasi lewat kegiatan KiTa Harus BeRsama (THR). Selain bagi-bagi uang tunai dan sembako dari Hotel Harris Gubeng Surabaya yang dilakukan pada Sabtu (23/5/2020), sehari sebelumnya juga dilakukan pembagian paket nasi dari Hotel Pop Stasiun Kota Surabaya, dan paket nasi dari RM Primarasa.

Bantuan paket nasi untuk berbuka puasa itu diserahkan ke Panti Asuhan Yatim Cahaya Insani di Jl Gubeng Kertajaya III/3-3A Surabaya, dan Panti Asuhan Yatim Darul Hikmah VC/5 Surabaya.  

Bantuan paket nasi dari RM Primarasa dan Hotel Pop Stasiun Kota ini juga dibagikan kepada para pengemudi becak, pemulung, dan petugas kebersihan d sepanjang Jl Kertajaya Surabaya.

Kus Andi, Ketua FKHM Jatim mengaku bersyukur kegiatan amal yang dikemas dalam label THR ini bisa berjalan lancar dan dukungan banyak pihak.

“Meski waktunya mepet, Alhamdulillah teman-teman memberi dukungan luar biasa sehingga acara bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya. dit  

#berbagi #forumkomunikasihoteldanmedia #rumahsusun #THR

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)