Di Tangan Desainer Muda Ini Denim Bisa Jadi Masker, Mega Ma: Selain Aman, Masker Harus Nyaman Saat Dipakai

779 views
Desainer Mega Ma menggunakan denim untuk bahan masker DIY. Dia menambahkan aksesoris sehingga masker terlihat menarik saat dipakai dan dipadupadankan dengan busana.

iniSURABAYA.com – Dunia fashion di negeri ini, khususnya Surabaya ternyata tak kehilangan nyawa gegara serangan pandemic Covid-19. Meski sempat vakum, belakangan para desainer mulai memperlihatkan karya mereka yang sangat inovatif.

Salah satunya adalah Mega Ma yang hadir lewat kreasi masker denim-nya. Tak hanya menyulap kain potongan denim di rumahnya menjadi masker kain yang bermanfaat untuk perlindungan diri dari virus corona, Mega Ma juga menyisipkan aneka ragam aksesoris sehingga masker itu jadi eye-cathing dan fashioanable.

“Karena bahan denim masih jadi favorit banyak orang, saya pikir kenapa nggak coba pakai bahan ini untuk masker,” cetusnya kepada iniSurabaya.com, Senin (15/6/2020).

Ditemui usai tutorial pembuatan masker DIY di D2I, Ciputra World Surabaya, Mega menambahkan, masker kini menjadi kebutuhan sehari-hari dan wajib dipakai setiap keluar rumah.

Karena itu, pula desainer muda ini berusaha menghadirkan masker kekinian yang pemakaiannya bisa disesuaikan dengan busana. Bagi penggemar fashion, tentu merasa kurang afdol jika memakai masker yang tidak sesuai outfit mereka.

Hal itu pun dirasakan Mega. Anggota IFC Surabaya ini mengaku ada yang kurang saat keluar rumah jika tidak memakai outfit yang matching dari atas hingga bawah.

Alasan itu pula yang membuatnya berkreasi dan menghasilkan masker denim yang diharapkan bisa menyesuaikan outfit yang ia kenakan.

“Meski saya membuat masker sendiri, bahan-bahan yang dipakai tetap yang proper seperti kain katun. Banyak orang membuat masker secara mandiri tapi tidak memperhatikan itu. Jangankan supaya terlihat fashionable, untuk kenyamanan saja kadang kurang,” tegasnya.

Mega memilih kain katun karena bahan tersebut dinilai paling bersahabat dengan kulit, lantaran bisa menyerap keringat. Terlebih, panggunaan masker pada area wajah.

“Bila kain tidak dapat menyerap keringat dengan sempurna, jerawat lebih cepat muncul,” ungkap pemilik produk berlabel Malea ini.  

Selain berbahan denim, Mega juga membuat masker dari bahan lain seperti batik dan brokat. Bahan-bahan itu dipilih Mega untuk menyesuaikan busana yang dimiliki.

“Karena kita kan juga nggak selamanya di rumah. Tetap butuh keluar untuk menghadiri acara tertentu. Nah, daripada memakai masker kesehatan yang sebenarnya lebih disarankan untuk petugas medis, lebih baik membuat sendiri,” tandasnya.

Untuk perawatan masker DIY ini pun tidak susah. Cukup direndam dengan sabun cair dan air hangat sudah ampuh untuk membunuh kuman dan membersihkan kotoran.

“Tidak perlu dikucek. Cukup direndam selama 15 menit, dibilas, kemudian dijemur,” tuturnya.

Mengenai waktu yang tepat untuk mencuci masker, Mega menyatakan relatif tergantung pemakaian. “Kalau saya sih setelah dipakai dua hari baru dicuci,” cetusnya. dit

#ciputraworldsurabaya #denim #doityourself #maskerkain #megama

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)