Google.org Berikan 3 Hibah untuk Bantu Bisnis dan Pelajar Terdampak Wabah di Indonesia

657 views
Komang Mirah sedang belajar di rumah menggunakan paket internet.

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Di Kintamani, Bali, sekolah Komang Mirah harus ditutup sementara karena wabah. Untuk pertama kalinya, gadis 16 tahun ini harus mengakses pelajaran secara daring dan ini tidaklah mudah baginya.

Belajar di rumah berarti harus memiliki perangkat pendukung, membeli paket internet terus-menerus, dan memiliki sinyal yang kuat. Namun dengan dukungan organisasi nonprofit lokal, Putera Sampoerna Foundation, kini dia memiliki sumber daya, alat, dan bantuan teknis yang dibutuhkan untuk dapat mengakses pelajaran virtual dengan mudah.

Wabah saat ini berdampak pada lebih dari62 juta pelajar di Indonesia yang sekolahnya ditutup sementara. Tetapi, cerita seperti Mirah di atas mengingatkan kita bahwa, dengan teknologi, pendidikan dapat diakses siapa saja.

“Kami ingin memainkan peran dalam membantu lebih banyak pelajar seperti Mirah untuk menjalani perubahan yang terus terjadi dalam pendidikan dan pembelajaran,” ungkap Adelia Kopriana dari Image Dynamics mewakili Google Indonesia.

Melalui rilis yang dikirim ke redaksi iniSurabaya.com, Adelia menyatakan, sebagai bagian dari Dana Pembelajaran Jarak Jauh senilai $10 juta dari Google.org, kami akan menyumbangkan hibah senilai $250.000 kepada INCO untuk bekerja bersama Putera Sampoerna Foundation dan SMSG (Perkumpulan Integrasi Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan) dalam rangka membantu mengembangkan sebuah Pusat Pembelajaran yang menyediakan akses secara lebih luas ke materi belajar berkualitas bagi guru, pelajar, dan orang tua di Indonesia.

Di sana para guru juga dapat menggunakan ruang kelas virtual dengan semua alat dan materi yang diperlukan. Melalui upaya ini, organisasi nonprofit lokal berharap dapat menjangkau 1.500 guru dan 45.500 pelajar serta orangtua secara nasional dalam beberapa bulan mendatang.

“Selain pendidikan, kami sadar bahwa terdapat bidang-bidang lain yang dapat didukung Google.org untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi,” ujar Adelia.

Membantu pemilik bisnis yang tengah kesulitan
Indonesia memiliki lebih dari 50 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diperkirakan menyumbangkan 60 persen PDB negara. Namun, banyak dari bisnis ini sangat rentan terhadap dampak krisis yang tengah terjadi sekarang ini dan mengalami goncangan ekonomi yang besar.

“Mereka butuh dukungan untuk mengakses modal dan keahlian agar bisnis mereka tetap berjalan,” tegas Adelia.

Dengan hibah Google.org senilai $2,5 juta, Youth Business International (YBI) memimpin sebuah program cepat tanggap untuk membantu UMKM yang kurang mendapatkan bantuan di 16 negara di Asia Pasific untuk menunjang kelangsungan mereka selama krisis Covid-19.

“Ini adalah bagian dari kontribusi $100 juta dari Google.org untuk Covid-19,” papar Adelia.

Di Indonesia, YBI bekerja dengan YCAB Foundation untuk menjalankan program pemulihan yang meliputi penyediaan saluran layanan bantuan krisis, panduan bersasaran, pelatihan, dan bimbingan daring.

Renny

Hibah ini membantu pemilik usaha kecil seperti Renny dari Kedoya, Jakarta Barat yang menjalankan usaha seprei tempat tidur miliknya sendiri.

Karena pandemi, Renny terpaksa menutup sementara usahanya sehingga hampir tidak menerima satu pun pesanan sprei maupun bed cover.

Dengan program ini, dia ingin mengasah ketrampilan pemasaran digital dan daring untuk memperoleh lebih banyak pelanggan, dan mendapatkan informasi mengenai program keuangan dari pemerintah untuk menopang keluarganya dengan lebih baik selama masa sulit ini.

Membantu Pemimpin Organisasi nonprofit beradaptasi
Organisasi nonprofit telah memainkan peran penting dalam mengadvokasi berbagai tujuan penting di Indonesia, dari literasi digital hingga pencegahan bencana.

Namun dalam situasi saat ini, banyak organisasi nonprofit menghadapi banyak tantangan, dari melaksanakan advokasi dan pelatihan di dunia nyata hingga mencari cara untuk mengalihkan upaya penjangkauan mereka ke ranah daring.

Untuk membantu mereka menjalani transisi ini, Google.org mendukung Ashoka Foundation dengan hibah senilai $600.000 untuk membantu 30 organisasi nonprofit lokal di Indonesia, India, dan Singapura selama Covid-19.

Dua belas organisasi nonprofit lokal yang menerima dukungan antara lain ICT Watch, Sejiwa Foundation, Peace Generation, Bebras, Maarif Institute, Mafindo, IniBudi, Ibu Professional, Telapak, Greeneration, Yayasan Peduli Kemanusiaan Foundation, dan KAPPALA Indonesia.

Mereka akan menjalani program pembangunan kapasitas secara komprehensif selama enam bulan, yang akan memberikan teknologi dan alat yang dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan dan kesenjangan yang mendesak dalam organisasi mereka.

Pada saat yang sama, program ini mengajari mereka cara mendukung dan menyesuaikan skala upaya mereka di tengah masyarakat untuk jangka panjang. Sesi akan disampaikan melalui workshop webinar serta bimbingan kelompok dan individual.

Septi Peni dari Ibu Professional pun sangat bersemangat untuk ambil bagian dalam program ini. “Kami berterima kasih kepada Ashoka dan Google.org yang memberikan kesempatan terhubung dengan organisasi non profit lain dari seluruh daerah,” tuturnya.

Melalui program ini, lanjut Septi, dirinya dapat bertukar pengetahuan mengenai pendekatan dalam menghadapi krisis, dan dengan pelajaran yang didapat dari program.

“Kami dapat meluruskan jalan saat melangkah maju, seraya berusaha untuk terus optimistis,” cetusnya.

Septi mengaku tidak sabar untuk membagikan perkembangan dari inisiatif-inisiatif ini dalam beberapa bulan mendatang, sambil terus mencari lebih banyak cara untuk mengidentifikasi dan mendukung upaya serupa yang akan berdampak positif pada kehidupan masyarakat Indonesia dimanapun mereka berada. wid

#bali #bantuanhibah #googleorg #putrasampoernafoundation

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)