Sempat Bermimpi Jadi Arsitek, Vioni Kini Malah Bertekad Jadi Programmer yang Bisa Berbagi Ilmu Keliling Dunia

579 views
Vioni Wita Elya (berjilbab merah) bersama para murid BLK Bekasi.

iniSURABAYA.com – Mimpi menjadi seorang arsitek harus dilepaskan oleh Vioni Wita Elya ketika orang tuanya meminta ia menekuni bidang yang lebih cocok untuk era teknologi ini.

Vioni pun memenuhi keinginan orang tuanya dan berkuliah jurusan IT (Information Technology) di Universitas YARSI, Jakarta.

Setelah menjalani masa-masa kuliah, Vioni menyadari ternyata bidang IT merupakan ilmu yang sangat menantang dan sesuai dengan dirinya yang menyukai tantangan baru dalam bidang yang asing ini.

Walau sebelumnya sempat enggan untuk menekuni bidang IT, Vioni justru menjadi salah satu finalis Mahasiswa Berprestasi tingkat Universitas dan menjabat sebagai Ketua Badan Asisten Dosen.

Setelah Vioni lulus di tahun 2019, dia kini berprofesi sebagai Full Stack Developer di MII-Metrodata Electronics, dan tengah menjalankan proyek Bank Negara Indonesia untuk membuat dan mengembangkan aplikasi berbasis web.

Vioni Wita Elya

Semuanya bermula ketika Vioni terpilih mengikuti pelatihan Digital Talent Scholarship dari Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI) yang diadakan di Universitas Indonesia tahun 2019, dan menandai sebagai jejak pertama Vioni belajar cloud secara mendalam.

“Beranjak dari pengalaman itu, saya jadi tahu bahwa cloud itu sangat beragam dan membuat saya tertarik menggunakan Google Cloud Platform (GCP) sebagai medianya,” ungkapnya.

Wanita berusia 23 tahun ini menambahkan, selain sudah terpercaya memiliki keamanan kelas dunia, GCP juga mudah dipelajari dan digunakan oleh siapa saja karena fiturnya yang lengkap. “Dari sini saya tahu Google mewadahi developers untuk mendalami GCP melalui pelatihan JuaraGCP,” imbuhnya.

JuaraGCP merupakan program yang dirancang untuk mengajak developers Indonesia menyelesaikan pelatihan tentang cloud computing (komputasi awan) di Qwiklabs. Pelatihan ini juga dapat mempersiapkan peserta untuk melanjutkan perjalanan pembelajaran dalam meraih sertifikasi GCP.

“Ilmu-ilmu yang saya pelajari di JuaraGCP seperti mengolah artificial intelligence, machine learning dan big data sangat menunjang pekerjaan saya sebagai app developer. Setelah menjalani semuanya, saya merasa menekuni bidang IT yang awalnya keinginan orang tua, adalah jalur terbaik yang pernah saya pilih” tandasnya.

Vioni mengaku sempat mengalami kesulitan saat belajar di bangku kuliah, seperti harga software yang mahal dan perangkat yang kurang memadai. Tetapi kendala itu berhasil dia taklukan dengan memanfaatkan lab komputer kampus dan meminjam perangkat teman.

Saat itu juga Vioni sukses mengatur waktu dengan baik di tengah kewajibannya untuk berbakti kepada kedua orang tua dengan membantu menjaga toko keluarga sebelum dan sepulang kuliah.

Dari semua ilmu yang dia pelajari, baik di instansi maupun informal, Vioni lalu mengembangkannya sebagai bahan mengajar di BLK (Balai Latihan Kerja) Bekasi pada November 2019.

“Di sini saya berkesempatan menjadi Instruktur C# Programming Language untuk murid-murid dari berbagai daerah di Indonesia. Saat mendengar ambisi mereka belajar IT karena belum mendapat banyak kesempatan di daerahnya membuat saya terenyuh dan semakin mantap menekuni bidang ini,” ujarnya.

Karena itu pula Vioni bertekad untuk tidak menjadi programmer yang hanya duduk di meja, tapi juga bisa berbagi ilmu keliling dunia.

“Impian terbesar saya adalah menjadi ahli IT di perusahaan kelas dunia seperti Google,” ujar wanita kelahiran Jakarta ini.

Untuk menyiapkan tenaga kerja yang handal dalam komputasi awan, Google akan mengadakan 150.000 pelatihan hingga akhir 2020.

Dari JuaraGCP ke Cloud OnBoards dan beasiswa digital Cloud, Google menyediakan akses gratis ke praktek GCP, sesi pelatihan mandiri, kredit GCP dan berbagai inisiatif kesiapan karir untuk membantu calon profesional TI merintis ahli GCP bersertifikasi. wid

#google #googlecloudplatform #universitasYARSI

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)