Blusukan ke Pasar Pakai APD Bikin Syok, Meimura: Pakai Sentuhan Kesenian Lebih Menyenangkan Masyarakat

471 views
Lewat aksi teatrikal monolog ‘Besut-Rusmini’, Meimura bagi-bagi masker ke pedagang dan pengunjung Pasar Karang Menjangan, Selasa (18/8/2020) pagi.

iniSURABAYA.com – Aksi blusukan dan sekaligus bagi-bagi masker yang dilakukan Meimura di pasar krempyeng, Selasa (18/8/2020) pagi memang bukan yang pertama dilakukan.

Seniman yang sering mengisi pentas ludruk ini bahkan sudah 11 kali blusukan di sejumlah titik pasar krempyeng di Surabaya. Gerakan yang diharapkan bisa menyentuh emosi masyarakat untuk patuh pakai masker itu disampaikan lewat aksi monolog ludruk ‘Besut-Rusmini’.

“Saya pertama kali blusukan ke pasar awal Juni. Ketika itu, saya masih pakai APD (alat pelindung diri) ketika masuk ke pasar-pasar,” ungkapnya kepada iniSurabaya.com.  

Tak disangka, aksinya itu malah bikin suasana pasar ‘geger’. “Yang ada di pasar syok. Karena dalam pikiran mereka APD itu konotasinya makam,” imbuh Meimura.

Karena itu pula, di aksi berikutnya pria asal Petemon Surabaya ini mengganti dalam bentuk monolog. “Agar pesan pentingnya pakai masker dalam setiap kegiatan di luar rumah itu bisa diterima dengan hati gembira,” tandasnya.  

Lebih lanjut, Meimura menyatakan, Besut dan Rusmini yang diusung dalam aksinya saat blusukan di Pasar Karang Menjangan adalah tokoh dalam kesenian rakyat Jawa Timur.

“Besut-Rusmini itu cikal bakal kesenian ludruk. Dalam besutan biasanya dimainkan empat orang, yaitu Besut, Rusmini, Sumo Gambar, dan Man Jamino. Cerita apapun empat orang tersebut yang mainkan dengan karakter sama. Pembedanya adalah problem dramatik pemeranan,” imbuh Meimura.

Begitu pula yang dilakukan Meimura saat beraksi di pasar itu. “Bedanya saya monolog memainkan dua karakter, Besut yang tegas, kritis, tetapi juga bisa mbanyol (melucu). Rusmini yang penyayang kritis juga bisa mbanyol,” tandasnya.

Meimura menambahkan, Besut-Rusmini adalah simbul semesta. Ada laki-laki, perempuan. Ada pagi, siang, sore, dan malam, berpasangan.

“Dalam konteks sosial keduanya juga simbol rakyat jelata yang miliki kecintaan luar biasa terhadap bangsa, negaranya, yang juga musti dilindungi negara,” tegas Meimura.

Meimura bersyukur dalam setiap aksinya blusukan itu dia dapat dukungan dari banyak pihak. “Saat blusukan ke Pasar Putat Jaya misalnya, saya dapat bantuan masker dari Satpol PP,” urainya.

Meimura bertekad ‘selalu bergerak’ menyebar semangat positif dalam memakai masker pada kelompok masyarakat yang selalu beraktivitas di pasar krempyeng.

“Minimal seminggu sekali. Target saya bisa menjangkau 76 pasar krempyeng di seluruh Surabaya,” begitu harapnya. dit

#alatpelindungdiri #Meimura #pakaimasker #seniludruk

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)