Pengunjung Alun-Alun Dibatasi, Tak Boleh Lebih dari 200 Orang

479 views
Kolam air mancur berkabut menjadi daya tarik utama warga Kota Surabaya yang datang ke Alun-Alun.

iniSURABAYA.com – Setelah sempat diresmikan Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya tepat pada 17 Agustus 2020, Pemkot Surabaya memberlakukan pembatasan pengunjung Alun-Alun Kota Surabaya.

Pembatasan itu dilakukan merespons besarnya antusiasme masyarakat yang ingin melihat langsung taman terbuka di pusat kota itu. Puncak kerumunan massa itu terjadi ketika digelar pertunjukan kesenian di destinasi baru di areal Balai Pemuda tersebut.

Irvan Widyanto, Kepala BPB Linmas Kota Surabaya tak menepis bahwa pihaknya terpaksa menerapkan protokol ketat agar tidak terjadi kerumunan massa, termasuk diantaranya adalah pembatasan jumlah pengunjung yang bisa masuk Alun-Alun Kota Surabaya.

“Kami sudah menghitung kapasitas di Alun-alun ini, dan sudah kami tetapkan maksimal yang bisa di lokasi ini adalah 200 orang, sekitar 40 persen dari kapasitas yang ada,” tegasnya, Jumat (21/8/2020).

Seluruh pintu akses menuju areal Balai Pemuda itu dijaga petugas. Dan pengunjung hanya bisa masuk lewat pintu di sisi timur yang berdekatan dengan Kantor DPRD Kota Surabaya.

Selain mengecek penggunaan masker dan suhu tubuh, petugas juga menghitung jumlah pengunjung yang bakal masuk. “Ketika jumlahnya sudah 200 maka untuk entry point kami tutup, sehingga warga bisa mencari hari lain untuk ke Alun-Alun ini,” bebernya.

Pasca keputusan penghentian sementara pergelaran seni, rata-rata pengunjung datang untuk menikmati dua air mancur berkabut yang berada di lokasi. Fasilitas baru di area Balai Pemuda inilah yang menjadi daya tarik utama masyarakat datang ke Alun-Alun.

Menurut Irvan, untuk sekedar melihat spot tersebut biasanya waktu yang dibutuhkan pengunjung tak lama. Hanya sekitar 15 hingga setengah jam, sehingga relatif tak sampai berjubel.

Apalagi, banyak petugas yang berkeliling di lokasi. Mereka memantau seluruh penerapan protokol yang dilakukan warga.

Termasuk di pedestrian sepanjang areal Alun-Alun Kota Surabaya, ditempatkan banyak petugas. Setiap saat lewat pengeras suara, warga diminta tak menurunkan masker ke dagu, dan tetap menjaga jarak.

Selain itu, warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan. “Sementara masih berjalan sambil dievaluasi dengan protokol yang ketat,” tandasnya. dit

#alunalunSurabaya #balaipemuda

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)