Ubah Konsep Agar Tetap Bisa Digelar di Tengah Pandemi, Begini Sajian Surabaya Fashion Parade Nantinya

158 views

iniSURABAYA.com – Pentas fashion akbar bertajuk Surabaya Fashion Parade kembali digelar di tengah pandemi Covid-19. Dan untuk penyelenggaraan yang ke-13 ini Surabaya Fashion Parade diikuti sekitar 40 desainer ternama negeri ini.

Meski tanpa kehadiran desainer mancanegara seperti biasanya, SFP ke-13 bakal menampilkan karya Deden Siswanto, desainer papan atas Jakarta.

Dian Apriliana Dewi, founder SFP mengaku pihaknya berusaha menjaga komitmen agar pentas fashion bergengsi tahunan itu tetap bisa hadir dengan segala keterbatasan lantaran pandemi Covid-19.

“Kalau kita nggak adakan orang bisa lupa,” tegasnya kepada iniSurabaya.com.

Di sisi lain, lanjut Dian, desainer juga ingin tetap bisa eksis. Dian meyakini para desainer tetap berkeinginan supaya karya mereka bisa dipamerkan bagi penikmat fashion, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri.

Dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) sebagai penyelenggara SFP, lanjut Dian, diyakini pula punya jaringan kuat ke penikmat fashion di mancanegara. “Sekarang dengan konsep virtual tentu SFP bisa menjangkau penonton jauh lebih banyak,” tandasnya.   

Dian lalu membandingkan, penyelenggaraan SFP yang digeber di Tunjungan Convention Centre setiap tahun disaksikan sekitar 500 undangan.  “Sekarang dengan konsep virtual, penontonnya tentu bisa sampai ribuan,” paparnya.   

Untuk mewujudkan penyelenggaraan SFP ke-13 ini, Dian tak menepis pihaknya bersama IFC melakukan banyak perubahan konsep. “Jika sebelumnya hanya luring, kali ini memadukan konsep daring dan luring. Penonton tetap ada tetapi dalam jumlah sangat terbatas. Kami hanya mengundang sekitar 50-60 orang,” imbuhnya.    

Jadi, masih kata Dian, SFP ke-13 ini menjadi event virtual fashion parade pertama di Surabaya melalui live streaming Youtube channel. Karya para desainer sepenuhnya ditampilkan dalam bentuk video yang tayang lewat kanal YouTube @surabayafashionparade pada 2-4 Oktober mendatang.

“Nanti kami akan bikin nonton bareng SFP di Food Society Pakuwon Mall pukul 19.00,” ungkap Dian. Menurut Dian, melalui momen nonton bareng itu diharapkan tetap ada ‘suasana’ SFP secara luring.

Setiap harinya, akan disajikan video yang menampilkan karya-karya para desainer peserta SFP selama sekitar dua jam. “Tantangannya adalah bagaimana mengemas dan menghadirkan karya para desainer itu dalam format video tetap sama menariknya seperti saat menyaksikan langsung model berjalan di atas runway,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, SFP yang tahun ini mengangkat tema ‘Viable’ ini sedianya diselenggarakan pada 16-19 April 2020. Tetapi agenda fashion akbar yang juga jadi rangkaian peringatan ulang tahun Kota Surabaya itu terpaksa batal lantaran merebaknya virus corona di awal tahun. dit

#desainer #fashionshow #model #surabayafashionparade #tunjunganplaza #virtual

Posting Terkait