ITS Kembangkan Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan di Kota Batu, Seperti Ini Wujudnya

362 views
Dra Dewanti Rumpoko MSI, Wali Kota Batu (tengah) bersama Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng (kiri) dan Bambang Pramujati ST MScEng PhD (kanan).

iniSURABAYA.com | KOTA BATU – Kota Batu bakal punya kawasan eduwisata herbal berbasis energi terbarukan dan ekonomi sirkular.

Pengembangan kawasan tersebut merupakan gagasan dan inovasi Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis, dan Industri (PKKPBI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.  

Untuk mewujudkan kawasan eduwisata ini, ITS bekerjasama dengan Kelompok Tani Hutan Panderman Batu dan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

“Kawasan Eduwisata Herbal Oro-oro Ombo, Batu dirancang sebagai kawasan Green Techno Park (GTP),” tegas Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng, Kepala PKKPBI ITS di tengah acara peletakan batu pertama kawasan eduwisata tersebut, Selasa (8/9/2020).

Menurut Arman, kawasan ini akan diisi dengan pusat rehabilitasi untuk penyakit stroke yang juga diharapkan menjadi pusat penelitian herbal nasional.

Selain itu, GTP ini akan dilengkapi dengan area rekreasi alam, edukasi, garden workshop, greenhouse, camping ground, hingga area berkuda.

Arman berharap eduwisata GTP ini dapat menjadi anak cabang dari Science Techno Park (STP) ITS, sebuah perusahaan yang dapat melahirkan konsep inovasi sivitas akademika ITS.

“Sehingga dapat mengalami pengomersialan dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” tegas pakar Management Strategist Departemen Manajemen Bisnis ITS ini.  

Sementara itu, Dra Dewanti Rumpoko MSi, Wali Kota Batu menyambut baik kerja sama ini. Dewanti mengaku, Pemkot Batu bersama ITS langsung melakukan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa (1/9/2020).

“Dari MoU tersebut, kami harapkan mampu memperkuat kerja sama berkelanjutan hingga 2025,” kata perempuan kelahiran Mataram ini.

Dewanti menyampaikan bahwa masyarakat bersama Pemkot Batu merasa bahagia dan beruntung lantaran ITS memilih daerah mereka sebagai area pengembangan kawasan eduwisata.

Selain menambah keindahan Batu, ia menuturkan, realisasi hulu ke hilir ini tidak hanya membanggakan kotanya dan ITS. “Tetapi juga dapat membanggakan masyarakat Indonesia,” ujarnya penuh antusiasme.

Melanjutkan pernyataan Walikota, Bambang Pramujati ST MScEng PhD, Wakil Rektor IV ITS menuturkan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal ITS untuk bantu berinovasi dalam bisnis eduwisata dan penelitian herbal.

“Tentunya masyarakat sekitar dan para wisatawan nanti tercerdaskan dengan pengetahuan herbal yang ada di sini,” ungkap dosen Departemen Teknik Mesin ITS ini optimistis.

Mahasiswa Tim KKN
Agenda peletakan batu pertama untuk kawasan eduwisata di Batu, Selasa (8/9), ini juga diwarnai dengan pelepasan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Masyarakat (Abmas) ITS.

Sekitar 80 mahasiswa dilepas untuk menunaikan KKN di Desa Oro-oro Ombo, Batu. Dalam acara itu, Arman menyampaikan kepada peserta KKN bahwa mahasiswa harus membumi dan tidak hanya bergelut di menara gading.

Arman juga berpesan, ilmu yang dipelajari di kampus harus dapat memberikan manfaat bagi msyarakat. “Belajar langsung dari masyarakat sangat baik dijadikan kesempatan emas bagi calon pengusaha dan pemimpin di masa datang,” tandasnya mengingatkan. wid

#eduwisata #itssurabaya #kotabatu

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)