Industri Alas Kaki Terpuruk Akibat Pandemi, Tetapi BPIPI Yakin Tidak Akan Mati, Ini Alasannya

93 views
Webinar Makers Talk #5 yang diselenggarakan Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia bahas kampanye #IndonesiaMelangkah.

iniSURABAYA.com – Pandemi Covid19 berdampak sangat besar terhadap industri alas kaki dan kulit. Berdasar survei global industri alas kaki akibat Covid19 yang dilakukan pada Maret 2020, menunjukkan prediksi penurunan konsumsi alas kaki dunia sebesar 22,5 persen.

Menurut Heru Budi Susanto, Kepala Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIP), jika prediksi tersebut tepat, maka konsumsi alas kaki tahun ini akan turun menjadi 696 juta pasang di Amerika Utara (-21 persen), 908 juta pasang di Eropa (-27 persen) dan 2,4 miliar pasang di Asia (-20 persen).

Dari data prediksi tersebut, diasumsikan pandemi berdampak sistematis terhadap industri alas kaki global, termasuk di Indonesia sebagai pusat produksi terbesar ke-4 di dunia (1.271 juta pasang) pada 2019 dan negara eksportir ke-3 terbesar dunia (406 juta pasang) pada 2019.

Heru Budi Susanto, Kepala Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia

Fenomena ini pula yang melatari BPIP di bawah Kementerian Perindustrian RI melakukan upaya untuk membangkitkan industri ini. Di antaranya dengan mengadakan kampanye #IndonesiaMelangkah.

Kampanye tersebut adalah bagian dari kampanye nasional #BanggaBuatanIndonesia yang diluncurkan Presiden Jokowi pada Mei 2020. 

Tujuannya mendorong masyarakat untuk membeli produk-produk buatan IKM, sehingga mendukung keberlangsungan sektor industri alas kaki dan kulit selama pandemi.

Kampanye #IndonesiaMelangkah ini menjadi bahasan utama webinar Makers Talk #4 pada Sabtu (14/11/2020) yang menghadirkan beberapa narasumber diantaranya adalah Heru Budi Susanto, Kepala BPIPI, dan Sandiaga Uno, pengusaha kondang yang dikenal dengan program Oke Oce-nya.

Heru mengatakan, #IndonesiaMelangkah melibatkan semua pelaku usaha alas kaki mulai dari hulu hingga ke hilir, mulai dari perajin, industri hingga merek lokal.

Kampanye ini diharapkan mampu menggelorakan eksistensi dan nilai-nilai yang dimiliki industri alas kaki nasional, agar masyarakat Indonesia memilih, membeli, dan menggunakan produk atau merek lokal.

Dalam forum itu juga diungkap catatan Aprisindo (Asosiasi Persepatuan Indonesia) terkait dampak pandemi Covid-19 terjadi pada lini produksi dan distribusi.

Kinerja produksi secara nasional turun hingga 70 persen, karena faktor daya beli yang menurun dan ketersediaan/keterbatasan bahan baku, sehingga terjadi pengurangan 60-70 persen tenaga kerja hingga menjelang Lebaran.

Kinerja distribusi selama April-Mei juga terganggu, karena dampak PSBB di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Terganggunya distribusi bertambah besar menjadi 80 persen, karena jaringan ritel dan penjualan alas kaki yang tutup akibat PSBB.

“BPIPI mengajak seluruh komponen industri alas kaki dan kulit dari hulu hingga hilir bergabung untuk mendukung kampanye #IndonesiaMelangkah guna menggalang semangat kebersamaan, komitmen, dan kecintaan terhadap produk lokal alas kaki dan produk kulit untuk bangkit menghadapi dampak pandemi Covid-19,“ tegas Heru.

Dalam kaitan itu pula BPIPI mengumpulkan komunitas untuk sharing kegiatan atau gerakan yang telah dilakukan oleh brand-brand. Sharing ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dan support, juga memberikan inspirasi dan pengetahuan baru.

“Saya yakin, industri alas kaki tidak akan mati, karena semua orang butuh alas kaki. Tapi saat ini terdampak pandemi. Untuk itu, perlu dilakukan upaya agar kembali bangkit dengan melibatkan semua pelaku industri alas kaki dan sepatu yang didukung Kemenperin,” ujarnya.

Heru menekankan, IKM harus kreatif dan inovatif dalam menyiasati kondisi dan mengikuti perkembangan. Misalnya tren WFH membuat banyak orang harus tetap produktif dari rumah yang tentunya membutuhkan alas kaki yang nyaman.

Hal ini perlu direspons IKM dengan memproduksi alas kaki yang simple, nyaman dan terjangkau. dit

#balaipengembanganindustripersepatuanindonesia #industrialaskaki #sandiagauno #sepatu

Posting Terkait