Waspadai Menarche Dini pada Anak, Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit-Penyakit Ini

168 views

iniSURABAYA.com – Menarche (menstruasi pertama kali) yang semakin dini ternyata bisa berdampak negatif pada anak. Dalam sebuah penelitian, menarche dini ini bisa meningkatkan risiko obesitas abdominal, kanker payudara, resistensi insulin, penyakit kardiovaskular, dan hipertensi.

Beta Sindiana, pakar gizi anak mengungkapkan, menarche umumnya dialami remaja pada usia 11-14 tahun. Tetapi belakangan anak perempuan sudah mengalami menstruasi pertama kali di umur 9-11 tahun.

Salah satu faktor semakin dininya usia menarche adalah gaya hidup dan pola makan. Makanan cepat saji atau junk food, yaitu makanan-makanan tinggi kalori dan lemak namun rendah mikronutrien ini juga menjadi faktor penyebab usia menarche yang lebih cepat.

Hadir sebagai narasumber di acara launching Charm Microsite yang digelar secara virtual, Kamis (13/11/2020), Beta menegaskan bahwa konsumsi junk food berhubungan sangat signifikan dengan kejadian menarche dini.

“42,86 persen anak perempuan yang mengalami menarche lebih cepat adalah mereka yang mengonsumsi junk food setiap hari,” paparnya.

Ditambahkan pula, anak perempuan yang mengonsumsi junk food lebih dari dua kali per-minggu 1,889 kali lebih berpeluang mengalami menarche di bawah 12 tahun dibandingkan dengan yang mengonsumsi junk food kurang dari dua kali per-minggu.

Selain menghadapi meningkatkan risiko obesitas abdominal, masalah kardiovaskular, resistensi insulin, dan hipertensi, menarche dini juga meningkatkan risiko kanker payudara, kanker rahim, dan endometriosis.

“Dampak negativf lainnya yaitu meningkatkan peluang kehamilan dini dan kehamilan berisiko yang dapat menyebabkan kematian maternal,” tutur Beta.

Untuk menekan dampak negative menarche dini, Beta berpesan agar anak membiasakan diri makan utama tiga kali sehari bersama keluarga.

“Biasakan pula mengonsumsi aneka ragam makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi makro dan mikro. Perbanyak konsumsi sayuran dan cukup buah-buahan,” tandasnya.

Pesan Beta lainnya adalah, biasakan membawa bekal dan air putih dari rumah dan kurangi jajan di luar. Batasi makanan cepat saji, jajanan, dan makanan selingan yang manis, asin, dan berlemak.

Yang tak kalah penting adalah terapkan gaya hidup aktif, rajin berolahraga dan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari. “66 persen anak perempuan yang mengalami menarche dini bermain di dalam rumah 2-3 kali seminggu hingga setiap hari,” cetusnya.

Di kesempatan yang sama, Clara Agatha, Junior Brand Manager PT Uni-Charm Indonesia Tbk mengatakan bahwa selain mengedukasi, kehadiran microsite ini juga bertujuan untuk meningkatkan literasi tentang menstruasi di Indonesia.

Pihaknya memiliki tanggung jawab meningkatkan literasi, karena masyarakat masih kurang terhadap literasi. “Dengan adanya microsite masyarakat bisa tahu dengan baik. Sehingga tidak salah pemahaman terkait menstruasi. Untuk fitur tanya jawab sementara ini bisa dengan mengisi form terlebih dahulu dan kami usahakan untuk menjawab,” ujar Clara. dit

#ahligizi #charm #menarchedini #microsite

Posting Terkait