Hadapi Aquaplaning Saat Hujan? Lakukan Tips Berikut Agar Tetap Selamat

305 views
Ilustrasi : Aquaplaning

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Mengemudi di saat musim perlu kehati-hatian lebih daripada biasanya. Apalagi ketika melewati genangan, jangan sampai terjadi ‘aquaplaning’.

Aquaplaning adalah kondisi ketika ban kehilangan traksi saat melewati genangan air dalam kecepatan tinggi dan memberikan efek mobil serasa melayang di atas air bagi pengendaranya.

“Aquaplaning merupakan penyebab kecelakaan saat hujan, karena pengemudi salah mengatisipasi kondisi ini,” ungkap Sony Susmana, Senior Instructor dari SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia).

Tips mengemudi aman ini disajikan lewat acara bertajuk ‘Ngobrol Asik’ dengan konsep talkshow virtual yang edukatif dan dapat dinikmati Sahabat Daihatsu di seluruh Indonesia

Dalam agenda yang dilaksanakan bersama GT Radial itu, Daihatsu membahas seputar tips berkendara dalam mengantisipasi berbagai kondisi, khususnya saat musim penghujan dan menghadapi kondisi Aquaplaning.

Acara ini telah ditayangkan langsung melalui kanal Instagram Live di @daihatsuind pada Sabtu (14/11/2020) lalu. “Ketika berkendara saat turun hujan, yang harus dilakukan adalah mengurangi kecepatan, pindah ke lajur lambat, dan amati kondisi sekitar,” ujar Sony.

Kalau pandangannya kurang, lanjut Sony, bantu dengan menyalakan lampu utama. “Jangan menyalakan lampu hazard saat hujan, karena akan membuat pengemudi belakang menjadi bingung,” begitu pesannya.

Dan ketika melewati genangan air, ditekankan Sony, antisipasinya adalah mengangkat kaki dari pedal gas, tahan kemudi ke arah depan dan jangan melakukan pengereman agar laju mobil tetap lurus dan tidak mengalami selip.

Sony mengingatkan pula, apabila terjadi kondisi selip, pengemudi dapat coba merasakan kondisi selip terjadi pada roda bagian depan atau roda belakang.

Apabila selipnya berasal dari roda depan (understeer) dan mobil mengarah ke kiri atau kanan, segera lawan stir secara halus ke arah tujuan, untuk meminimalisir gejala understeer.

Namun, bila selip terjadi pada roda belakang alias oversteer, segera putar kemudi sesuai arah mobil tersebut dan jangan melakukan banting stir agar mobil berputar pada porosnya.

“Namun perlu tetap diingat, tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi,” tandasnya.

Senada dengan Sony, Zulpata dari GT Radial menyatakan, ban merupakan faktor terpenting dalam menghadapi kondisi aquaplaning. Walaupun ban sudah melewati berbagai uji pengetesan, termasuk diperuntukkan untuk kondisi jalan basah, namun pengemudi tetap harus mengecek kondisi ban saat menghadapi musim hujan.

“Ulir atau pola kembangan pada ban adalah tempat mengalirnya air saat melewati genangan air. Jika ban tidak ada kembangannya atau sudah botak, maka risiko selip menjadi lebih besar,” tuturnya.

Walaupun ban tidak ada masa kadaluarsa, Zulpata mengingatkan bahwa ban harus tetap dirawat agar tetap awet dan tidak cepat botak dengan memperhatikan selalu tekanan anginnya.

Bagi Sahabat yang belum sempat nonton sharing tentang ‘Tips Berkendara Saat Hujan’, bisa menyaksikannya langsung lebih lengkap di Instagram Daihatsu @daihatsuind pada channel IGTV.

“Kami berharap, melalui sharing tips ini, Sahabat dapat tetap beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman ketika dalam kondisi hujan. Sahabat juga dapat memastikan kendaraannya agar selalu dalam kondisi prima dengan melakukan service rutin di bengkel resmi Daihatsu terdekat, ujar Elvina Afny, CSVC (Customer Satisfaction & Value Chain) Division Head PT Astra Daihatsu Motor. wid

#aquaplaning #musimhujan #sahabatdaihatsu #selip

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)