Mau Nikmati Liburan Natal dan Tahun Baru ke Bali? Perhatikan Aturan Berikut Ini Lebih Dulu

474 views
ILUSTRASI : Tes Virus Corona (foto: IST)

iniSURABAYA.com | BALI – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, Pemerintah Provinsi Bali memberlakukan tes PCR untuk wisatawan yang melakukan perjalanan melalui udara, dan tes antigen bagi yang lewat jalur darat.

Kebijakan tersebut dituangkan lewat Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali yang berlaku mulai Jumat (18/12/2020) hingga Jumat (4/1/2020).

Informasi yang sama juga disosialisasikan melalui akun Instagram Pemerintah Provinsi Bali, @pemprovbali.

Surat Edaran Gubernur Bali

Bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang ingin masuk ke Bali melalui penerbangan harus menyertakan surat negatif swab berbasis PCR minimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.  

Sedangkan bagi yang melalui darat harus menyertakan rapid test antigen. “PPDN yang akan memasuki wilayah Bali harus bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku,” tegas I Wayan Koster, Gubernur Bali.

Koster menambahkan, bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil uji swab negatif berbasis PCR, minimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.

Bagi yang melakukan perjalanan memakai kendaraan pribadi melalui transportasi darat dan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid test antigen minimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

“Surat keterangan hasil negatif uji rapid test Antigen berbasis berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan dan selama masih berada di Bali wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji rapid test antigen yang masih berlaku,” imbuhnya.

Pemprov Bali juga menyatakan mereka yang berada di Bali dilarang keras untuk:

  • Menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya di dalam dan atau di luar ruangan
  • Menggunakan petasan, kembang api dan sejenisnya
  • Mabuk dan mengonsumsi minuman keras

    Dalam edaran tersebut juga dijelaskan setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

    Yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Perundang-undangan lainnya.
    wid

#liburanakhirtahun #liburannatal #liburantahunbaru2021 #pemprovBali

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)