Rajin Berbagi ASI, Sherly Lembono Bersyukur Bisa ‘Lulus’ 1 Tahun

499 views
Sherly Lembono bersama suami saat merayakan ulang tahun pertama Jason Miles Gamafu di Kampoeng Dolanan, Sabtu (12/12/2020).

iniSURABAYA.com – Berawal dari produksi ASI (air susu ibu) yang berlebih, Sherly Lembono akhirnya mencoba untuk membagikan ASI-nya kepada para ibu yang membutuhkan.

Karena getolnya melakukan aksi berbagi ASI itu pula Sherly Lembono kemudian mendapat julukan ‘pejuang ASI’. Dalam satu bulan, wanita kelahiran 14 Oktober 1994 ini dapat menyumbangkan minimal 150 hingga 450 pack ASI ke sejumlah panti asuhan maupun ibu-ibu yang ASI-nya bermasalah.  

“Aku kan sering dapat cerita dari ibu-ibu ‘aduh, ASI-ku mampet’ atau ‘ASI-ku nggak lancar’. Kan memang tidak semua wanita yang sudah melahirkan produksi ASI-nya bagus,” ungkap Sherly kepada iniSurabaya.com, Sabtu (12/12/2020).

Ditemui di tengah acara ulang tahun Jason Miles Gamafu di Kampoeng Dolanan di kawasan Surabaya Utara, Sherly menyatakan bersyukur karena produksi ASI-nya berlimpah.

Karena itu, dia rutin memompa ASI-nya. “Awal melahirkan setiap dua jam selama enam bulan. Lama-lama dikurangi, per-tiga jam, lalu bulan depannya lagi empat jam,” papar wanita yang dikenal sebagai influencer ini.

Sherly Lembono berbagi ASI ke warga di Kampoeng Dolanan di kawasan Simokerto, Surabaya Utara.

Menurut Sherly yang juga seorang selebgram ini, sekarang rutinitas memompa ASI rata-rata setiap 6-8 jam sekali. “Tetapi itu pun masih banyak dan berlebihan. Jadi mending aku bagikan, karena banyak yang tidak keluar ASI-nya,” kata Sherly.  

ASI itu kemudian dimasukkan dalam kemasan ukuran 120 ml. “Dalam sehari bisa terkumpul 1,8 liter sampai 1,9 liter. Paling sedikit 1,5 liter. Tetapi sekarang hanya 1,3 liter karena sudah makin jarang pompa,” bebernya.  

Kegiatan berbagi ASI yang dilakukan sejak bulan Februari 2020 itu semula untuk orang-orang terdekat yang diketahui membutuhkan tambahan ASI buat sang buah hati.

Tetapi, Sherly terlebih dahulu menjabarkan kebiasaan makannya kepada para calon penerima ASI. “Kamu nggak apa-apa, aku suka makan sambal, air es, dan santan. Jadi aku jelaskan semua kebiasaanku,” urainya.

Sherly mengaku sangat selektif memberikan ASI-nya. Apalagi kepada mereka yang baru saja melahirkan. “Khawatirnya kan timbul apa-apa, jadi risiko. Apalagi jika ada yang percaya mitos jika ibunya makan sambal anaknya mencret. Atau minum air es anaknya jad pilek. Sebetulnya nggak juga,” imbuhnya.

Sherly bersyukur, sejauh ini ASI pemberiannya tidak pernah menimbulkan masalah kepada para penerima. “Aku lebih pilih kasih ke panti asuhan, karena anak-anak di sana kan nggak ada orangtuanya. Daripada beli (susu) formula kan mahal. Apalagi kondisi pandemi gini,” tegasnya.

Tak hanya berbagi ASI. Sherly juga rajin mengedukasi para ibu muda untuk rajin memompa ASI-nya sehingga bisa kembali lancar. “Saya juga kasih tahu, supaya ASI lancar harus rajin makan, nggak boleh stres, dan selalu happy. Saya motivasi mereka agar tidak patah semangat,” ucapnya.

Sherly bersyukur bisa tetap memberi ASI pada Jason hingga setahun. “Sekarang sudah lulus satu tahun. Inginnya bisa sampai dia umur dua tahun nanti,” tandasnya dengan nada gembira.

Jika nanti Jason sudah umur dua tahun dan produksi ASI masih berlebih, apakah tetap akan dibagikan ASI-nya? “Mungkin saja akan terus berbagi. Tetapi kan katanya produksi ASI akan berkurang jika anaknya sudah di atas dua tahun. Karena anaknya juga sudah mulai makan banyak,” pungkasnya. dit

#jasonmilesgamafu #kampoengdolanan #pejuangASI #sherlylembono

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)