Sukses Bantu Pasangan Usia Lanjut Dapatkan Keturunan, Tim Dokter Spesialis Kandungan Morula IVF Surabaya Tegaskan Tak Pernah Tolak Pasien

580 views
Somidi (baju kaos bergaris) didampingi sang istri menerima hadiah dari tim dokter spesialis kandungan Morula IVF Surabaya.

iniSURABAYA.com – “Never lose hope. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha terus. Jangan pernah menyerah.”  

Kalimat penyemangat itu dilontarkan dr Benekdiktus Arifin MPH SpOG (K), dokter spesialis kandungan Morula IVF Surabaya merespons sukses yang diperoleh pasangan suami istri Somidi-Suudiyah untuk mendapatkan keturunan setelah menikah selama 21 tahun.

Pria yang akrab disapa dokter Beni ini mengaku kondisi Somidi yang sudah berusia lanjut sangat berisiko, khususnya berkaitan dengan kualitas sperma yang nantinya diharapkan bisa membuahi sang istri.

Hal yang sama juga terjadi pada Suudiyah yang berusia 44 tahun. “Bagi seorang wanita yang usianya di atas 35 tahun, kesuburannya tentu sudah menurun,” ungkap Beni saat ditemui di Total Life Clinic, Jumat (11/12/2020).  

Faktanya, lanjut Beni, setelah dilakukan pemeriksaan sperma Somidi memang tidak ideal untuk memperoleh momongan lewat proses alami. “Jadi pilihannya memang harus melalui proses bayi tabung,” katanya.

Dan dari hasil pemeriksaan akhirnya diperoleh tiga embrio dari sperma Somidi. “Dua yang kami tanam, akhirnya berhasil satu membuahi telurnya,” beber Beni.

Proses ‘tanam embrio’ ini pun diakui Beni tidak bisa dilakukan secara langsung. Sebab, dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya kista dalam kandungan Suudiyah.  

“Kalau ada kista otomatis transfer embrio belum bisa dilakukan. Jadi kami harus bersihkan dulu kistanya baru transfer embrio. Tapi syukurlah ibu bisa hamil dan melahirkan anak perempuan dengan selamat,” papar dokter Beni.

Sementara dr Amang Surya SPOg, Direktur Morula IVF Surabaya menyatakan capaian yang mereka peroleh dengan lahirnya anak Somidi dan Suudiyah ini menjadi catatan penting bagi Morula IVF Surabaya.

Amang dan tim dokter spesialis kandungan Morula IVF sepakat tidak menolak kehadiran pasien yang ingin mendapatkan keturunan dalam kondisi apa pun.

“Kalau mau rasional, menerima pasien yang usianya sudah lanjut memang sangat berisiko, sebab bisa jadi memperburuk image Morula IVF Surabaya,” cetusnya.

Tetapi, Amang dan tim dokter kandungan Morula IVF Surabaya sepakat untuk menerima pasien dengan kondisi apa pun.

Memang diakui pula oleh Amang, proses yang dialami setiap pasien bisa berbeda-beda sesuai kondisi masing-masing. “Normalnya persiapan rahim untuk embrio transfer ini sekitar 2-3 bulan. Tetapi, karena kondisi Bu Suudiyah dalam perkembangannya ada kista jadi perlu waktu lebih lama untuk sampai penanaman embrio,” pungkasnya. dit

#morulaivfsurabaya #spesialiskandungan #sumenep

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)