Capaian Vaksinasi di Jatim Masih Tertinggi, Satgas Kuratif Covid-19: Terus Kami Tingkatkan dengan Libatkan Banyak Komunitas

494 views
Tenaga pendidik Sekolah Islam Shafta Surabaya antre bersama ratusan peserta vaksinasi yang dilakukan BUMN-Pemprov Jawa Timur di Grand City Covention Hall Surabaya.

iniSURABAYA.com – Capaian angka vaksinasi di wilayah Jawa Timur masih menempati posisi tertinggi dibanding provinsi lain di Indonesia. Berdasar data Kementerian Kesesehatan RI, hingga Rabu (21/4/2021) masyarakat Jatim yang sudah divaksin mencapai 1,598 juta orang.

“Kami terus tingkatka partisipasi lansia dan para pendidik, terutama untuk menyambut pembukaan sekolah bulan Juli mendatang,” kata Makhyan Jibril Al Farabi dari Satgas Kuratif Covid-19 Jatim kepada iniSurabaya.com.

Ditemui di tengah acara vaksinasi yang digelar BUMN-Pemprov Jatim di Grand City Convention Hall, pria yang akrab disapa Jibril ini menyatakan program vaksinasi bagi para guru saat ini jadi momen tepat lantaran sudah setahun sekolah tidak berkegiatan.  

“Vaksinasi ini agar guru terlindungi dan mereka merasa nyaman ketika kembali ke sekolah dan mengajar,” tegasnya.

Menurut Jibril, saat ini sudah ada sekitar 2.000 guru dari berbagai kota di Jatim yang divaksin gratis melalui program BUMN-Pemprov Jatim tersebut. “Di seluruh Jatim, capaian ini baru sekitar 40-50 persen. Angka ini akan terus ditingkatkan,” tandasnya.    

Untuk mempercepat capaian vaksinasi ini, lanjut Jibril, pihaknya berusaha melibatkan sebanyak-banyaknya komunitas. “Sebab berdasar data Kemenkes,

25 persen masyarakat takut divaksin, dan 18 persen lainnya tidak ada yang antar khususnya para lansia,” paparnya.

Permasalahan tersebut, kata Jibril, coba diselesaikan dengan menggandeng komunitas. “Karena mereka (komunitas) tentu lebih dipercaya, sehingga diharap bisa membantu menghilangkan ketakutan masyarakat tersebut,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan iniSurabaya.com, Jibril menyatakan, program vaksinasi ini masih diprioritaskan bagi mereka yang berisiko tinggi yaitu masyarakat dengan usia 50-60 tahun ke atas.

“Dan guru termasuk dalam prioritas ini,” tuturnya.  

Sedang untuk anak-anak, karena tingkat risiko lebih rendah maka program vaksinasi untuk anak-anak pada skala prioritas terakhir. Meski begitu, Jibril menekankan agar murid mematuhi prokes saat berkegiatan tatap muka untuk mencegah penularan.  

“Angka kematian anak di bawah 20 tahun akibat Covid-19 kan 0,2 persen,” ungkapnya.

Apalagi, ujar Jibril, jumlah vaksin di Indonesia masih terbatas. “Di Jatim saja dari 40 juta jiwa penduduk yang divaksin baru sekitar 1,5 juta orang,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ahmad Nashruddin, Ketua Yayasan Al-Insanul Kamil Surabaya meyakini gencarnya program vaksinasi, terutama pada tenaga pendidik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa datang ke sekolah itu aman.

“Tentunya kami tidak melupakan protokol kesehatan. Tetap kami kawal ketat prokes sesuai anjuran pemerintah. Di Shafta juga ada Satgas khusus yang nantinya membantu mengawasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar,” tegasnya

Lebih lanjut Ahmad memapar hasil survei yang mengungkapkan banyak siswa di Sekolah Islam Shafta –yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Insanul Kamil Surabaya ini mulai bosan di rumah. Mereka ingin segera melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Alasan yang paling utama saat ditanya karena mereka ingin bertemu teman. Apalagi yang mereka baru masuk kelas satu kan belum pernah belajar di kelas secara langsung,” pungkasnya. dit

#BUMN #pemprovjatim #programvaksinasi #sekolahislamshaftasurabaya

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)