Tampil Perdana di Momen Woman’s Week, Aura Mengaku Kurang Puas, Ternyata Ini Penyebabnya

274 views
Aura Filia Azzahra tmenjajal Women’s Week unruk memeragakan karya-karyanya.

iniSURABAYA.com – Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tetapi, Aura Afilia Azzahra (20) memilih gaya yang berbeda dengan ibundanya. Bila Lia Afif fokus pada busana muslim, Aura mencoba hadirkan busana gaya anak muda.

Seakan mewakili penikmat fashion seusianya, Aurel cenderung memilih busana street wear. “Baju yang aku bikin unisex dan lebih ke gaya anak muda,” tegasnya kepada iniSurabaya.com.

Karena itu pula, lanjut Aura, pemilihan bahannya pun disesuaikan. Dia lalu memberi contoh, denim atau bahan-bahan kaus.    

“Saya pakai bahan yang anak muda suka,” ujarnya saat ditemui di tengah acara Women’s Week.

Tentang pilihan busana yang bisa dipakai wanita maupun pria, Aura menandaskan anak muda sekarang cenderung lebih fleksibel. “Kebanyakan mereka suka pakai baju-baju yang unisex ini. Misalnya, saya cewek tetapi suka pakai baju yang oversize. Mereka juga pilih baju justru di store yang cowok,” paparnya.

Soal pemilihan warna pun, diyakini Aura, hampir tidak ada beda antara pria dan wanita. “Mereka ingin lebih mudah dalam ber-fashion, jadi pemilihan gaya berbusana pun lebih fleksibel,” imbuhnya.   

Agar tampil lebih menarik, Aura menambahkan beberapa aksesoris seperti kalung. “Aksesoris saya sesuaikan dengan yang sedang tren saat ini,” urai mahasiswa semester 6 Jurusan Fashion Design Esmod Jakarta ini.

Baju rancangan Aura, bisa dipakai untuk momen traveling. “Karena di setiap melakukan perjalanan, mereka pasti mencari spot-spot foto menarik. Jadi baju yang mereka pakai pun bisa fleksibel di segala momen itu,” katanya.
Mengenai pemilihan warna, cenderung senada dengan bahan yang dipakai seperti biru denim dan hitam. “Warnanya juga unisex, disukai cowok maupun cewek,” tuturnya.

Melalui karya yang diperagakan di hadapan para penikmat fashion tersebt, Aura berharap para remaja bisa lebih percaya diri di dunia fashion. “Saya sendiri juga akan terus mengembangkan kain-kain Indonesia sesuai dengan kulturnya,” ucap Aura.    

Menunggu Kritik
Tentang gelaran pameran busana yang dia ikuti di momen Women’s Week tersebut, Aura mengungkapkan rasa kurang puasnya. “Saya justru menunggu komentar-komentar apa yang kurang dari karya saya ini, sehingga saya bisa lebih mengeksplor ketrampilan di karya berikutnya,” ujar Aura.

Dia menyatakan bahwa dirinya menunggu kritik atas karya perdana yang diperagakan di momen spesial tersebut. “Karena sebetulnya ini juga bukan karya baru. Saya ambil beberapa dari portofilio masa kuliah lalu saya gabung-gabungkan,” ujarnya.

Aura tak menepis perlu berbulan-bulan untuk padupadankan bahan yang cocok untuk momen ini. “Siluetnya I dan H, yang oversize yang semua orang bisa pakai,” tandasnya.  

Sudah menyiapkan karya berikutnya? “Belum. Karena saya ingin fokus ke kuliah dulu,” pungkasnya. dit

#aurafilia #ESMOD #jakarta #liaafif #womensweek

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)