Bunga Tabebuya Tersebar di Seluruh Kota Surabaya, Begini Cara Merawatnya

409 views
Sejak dilakukan pembibitan sekitar tahun 2014, tanaman Tabebuya sudah tersebar di sejumlah titik di Kota Surabaya.

iniSURABAYA.com – Sejak sepekan belakangan Kota Surabaya diwarnai taburan bunga Tabebuya. Tanaman yang aslinya dari Brazil dan ditanam sejak sekitar 10 tahun silam ini sudah menyebar di berbagai titik di seluruh Kota Surabaya.

Menurut Anna Fajriatin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), setiap tahun jumlahnya terus diperbanyak.

Pada 2020 lalu, Tabebuya yang ditanam di berbagai ruas jalan protokol Surabaya sudah lebih dari seribu batang. Kemudian pada 2021 sampai Mei ini jumlahnya sudah lebih dari 500 batang.

“Hampir semua jalanan Surabaya sudah ditanami bunga Tabebuya, karena setiap rayon DKRTH menanam Tabebuya. Jadi jumlahnya sudah sangat banyak,” ungkapnya.

Anna mengaku, Pemkot Surabaya memilih Tabebuya untuk ditanam di sejumlah titik pedestrian kota ini karena selain bunganya memang menarik, pohonnya cepat tumbuh besar.

Selain itu, Tabebuya yang bernama latin handroanthus chrysotrichus asal Brazil itu termasuk jenis tanaman yang bisa tetap tumbuh dengan baik di iklim apapun.

Yang juga menarik, kalau terkena angin, bunga itu akan rontok dan yang lain akan mekar lagi. “Perawatannya juga sederhana. Tidak ada kesulitan. Kami biasa memberikan pupuk setiap empat bulan sekali, serta penyiraman pohon secara rutin,” imbuhnya.  

Pemkot Surabaya memilih menggunakan pupuk organik dari hasil proses pengomposan sampah. Anna mengaku, penggunaan pupuk kimia sudah banyak berkurang.

“Pupuk itu dari sisa perantingan pohon yang kemudian kami manfaatkan jadi kompos. Jadi saat ini untuk tanaman di taman-taman kami sudah bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia,” urainya.

Karena Tabebuya di Surabaya semakin banyak, Anna berharap masyarakat Surabaya turut menjaganya. Dia minta bila ada oknum yang usil menancapkan paku di pohon segera dilaporkan ke jajaran DKRTH.

“Supaya paku yang ditancapkan itu segera dicabut. Sebab, bagaimana pun juga, mereka ini adalah makhluk hidup yang harus kita jaga bersama,” begitu pesannya.

Keindahan warna-warni bunga Tabebuya saat bersemi di berbagai pinggiran jalan protokol, mendorong Pemkot Surabaya menggelar Festival Tabebuya. Kegiatan dalam bentuk festival foto yang menampilkan daya tarik bunga yang sekilas mirip bunga Sakura asal Jepang ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2019.

Risma berharap, di tahun-tahun mendatang Festival Tabebuya lebih semarak lagi. Masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan festival dengan menjual berbagai suvenir Tabebuya, sehingga perekonomian di Kota Surabaya terus bergerak. ana

#bungasakura #bungatabebuya #pemkotsurabaya

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)