Pemulihan Kesehatan Juga Berdampak pada Pemulihan Ekonomi, Tetapi Syarat Ini Tetap Harus Dipenuhi

509 views
ILUSTRASI : Disiplin pada protokol kesehatan tetap wajib dilakukan meski sudah menjalani program vaksinasi.

iniSURABAYA.com – Protokol kesehatan (prokes) adalah elemen sangat penting selama masih ada pandemi Covid-19. Prokes tetap jalan terus meskipun program vaksinasi sudah berjalan seperti saat ini.

Pernyataan tersebut ditegaskan dr Reisa Broto Asmoro, juru bicara pemerintah untuk Covid-19 pada dialog produktif bertema Protokol Jalan, Ekonomi Aman yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Jumat (28/5/2021).

Menurut Reisa, pemerintah telah menjalankan program vaksinasi nasional sejak Januari 2021. Upaya ini merupakan salah satu langkah memulihkan kesehatan masyarakat Indonesia.

Reisa tak menepis bahwa pemulihan kesehatan juga berdampak bagi pemulihan ekonomi dan kembalinya produktivitas masyarakat seperti semula.

Lebih lanjut ditambahkan oleh Reisa, masyarakat sudah lebih dari satu tahun menjalankan prokes selama pandemi. Harapannya, masyarakat lebih memahami pentingnya prokes sebagai cara agar tidak menambah kasus Covid-19.

Diakui Reisa, masyarakat mungkin mulai jenuh dengan terus menerus mendisiplinkan diri menjalankan prokes ini. Namun untuk bisa terbiasa dengan hal baru memang butuh proses.

“Memang harus terus menerus diingatkan untuk disiplin menjaga prokes,” tegas Reisa.

Reisa juga berpesan agar masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk divaksinasi. “Kalau masyarakat sudah berkesempatan divaksin, manfaatkanlah vaksin tersebut jangan ditunda dan jangan ragu karena berita yang belum pasti kebenarannya,” imbaunya.

Dia kemudian mengingatkan, kalau ingin segera keluar dari pandemi Covid-19 memang kita harus mengutamakan proteksi. Itulah kenapa kekebalan kelompok atau herd immunity menjadi tujuan dari program vaksinasi.

“Ditambah lagi dengan protokol kesehatan demi melindungi diri dan orang-orang yang belum mendapatkan vaksin,” ujar Reisa.

Biaya Vaksinasi Lebih Efisien
Sementara Prof dr Hasbullah Thabrany MPH Dr PH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI memaparkan, dari kacamata ekonomi kesehatan, vaksinasi adalah metode pencegahan yang efisien.

Sebagai ilustrasi, lanjut Prof Hasbullah, katakanlah biaya vaksinasi Covid-19 seharga Rp 900.000, maka masyarakat bisa mencegah diri dari penularan penyakit.

Dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan bila terkena Covid-19 yang rata-rata perawatannya memerlukan 9-10 hari, biaya vaksinasi lebih efisien.

“Jika kita bekerja sehari mampu menghasilkan Rp 500.000 maka kita bisa kehilangan potensi penghasilan Rp 5 juta akibat dirawat karena Covid-19,” bebernya.

Prof Hasbullah juga menekankan, Covid-19 berdampak pada anggaran belanja negara defisit hingga lebih dari Rp 1.000 triliun. Karena Covid-19 yang tidak teratasi membuat perekonomian tidak bergerak. Sehingga kita semua sebenarnya adalah korban Covid-19.

Hasbullah mengatakan, pemerintah sadar betul apabila masyarakat tidak dipulihkan kesehatannya, serta perilaku masyarakat tidak didisiplinkan, ekonomi menjadi sulit bergerak.

“Pemerintah pun berinvestasi dengan vaksinasi dan melalui 3T,” ujarnya. wid

#programvaksinasi #protokolkesehatan #reisabrotoasmoro

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)