Inilah 3 Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia Versi Times Higher Education

375 views

iniSURABAYA.com – Upaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengusung kampus menjadi world class university bukanlah main-main. Pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih ini pun tidak menghalangi ITS untuk terus berkembang pesat.

Terbukti dari raihan di peringkat ketiga sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Times Higher Education (THE), lembaga kredibel penyaji data kinerja universitas di kancah internasional yang bekerja sama dengan Quacquarelli Symonds (QS).

Menurut The Globe and Mail, THE merupakan salah satu Asia University Rankings (AUR) yang bisa dibilang paling berpengaruh yang diadakan setiap tahunnya atau biasa disebut THE AUR.

Berdasarkan pemeringkatan tahun ini, keunggulan dan kualifikasi ITS ditunjukkan dengan ditempatinya posisi ketiga terbaik se-Indonesia dengan perolehan rata-rata 21,7–24,4.

Sedang di urutan pertama ada Universitas Indonesia yang memperoleh rata-rata 32,9, dan ITB di posisi kedua dengan rata-rata 24,6-26,8. Selain ITS, di rangking 3 ini ada pula Universitas Gajah Mada dan IPB.

ITS juga berhasil mencapai posisi 351-400 terbaik se-Asia dalam THE AUR 2021 dengan nilai rata-rata 22,94.

Rulli Pratiwi Setiawan ST MSc PhD, Senior Manager of ITS Global Engagement Office on World Class University Affairs mengungkap lima kriteria yang dinilai dalam pemeringkatan THE AUR.

“Ada kriteria teaching (pengajaran), research (penelitian), citations (sitasi), international outlook (pandangan internasional), dan industry income (pendapatan industri),” paparnya.

Alumnus Universität Stuttgart Jerman itu memberikan keterangan mengenai bobot masing-masing kriteria yang diukur melalui persentase. Untuk persentase kriteria teaching sebesar 25 persen, research (30 persen), citations (30 persen), international outlook (7,5 persen), dan industry income (7,5 persen).

Rulli menambahkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi perguruan tinggi untuk bisa mengikuti atau turut serta dalam pemeringkatan THE AUR. “Persyaratannya adalah pengajar harus mengajar setidaknya satu mahasiswa. Lalu universitas harus memiliki tidak lebih dari 80 persen staf untuk satu area studi, dan telah mempublikasikan 1.000 jurnal dalam lima tahun terakhir atau minimal 150 per tahun,” imbuhnya.

Rulli menekankan bahwa mendapatkan peringkat dalam kualifikasi THE merupakan perjuangan yang sulit, ditambah pesaing-pesaing berat dari perguruan tinggi lain.

“Ini adalah tahun ketiga ITS masuk dalam pemeringkatan THE dan sedikit berbeda dengan pemeringkatan QS, pemeringkatan THE ini lebih sulit jika dilihat dari kriteria-kriteria yang ada,” bebernya.

Perempuan berusia 42 tahun itu turut membagi pandangannya mengenai indikator dalam THE AUR 2021 ini. Indikator citations merupakan indikator yang paling besar mengalami penurunan.

“Masih banyak PR (pekerjaan rumah, red) yang harus dibenahi melalui berbagai terobosan khususnya dalam hal riset dan publikasi untuk dapat meningkatkan capaian sitasi,” tandas dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS ini.

Rulli berharap ITS dapat terus meningkatkan reputasi di kancah internasional. Peringkat bukan tujuan akhir, tetapi setidaknya bisa menjadi benchmarking untuk melihat posisi ITS di level dunia.

“Tentu saja, selanjutnya diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh civitas akademika untuk bisa semakin memantapkan posisi ITS di level dunia,” pungkas Rulli di akhir wawancara.

Peringkat-peringkat dalam THE AUR 2021 sendiri dirilis melalui Pemeringkatan THE Asia University Rankings dirilis melalui ‘Virtual THE Live Asia’ pada tanggal 3 Juni 2021. Info resmi dari peringkat yang ada dapat diakses melalui laman resmi THE atau melalui tautan timeshighereducation.com/world-university-rankings/2021/regional-ranking. ana

#ITB #ITS #timeshighereducation #universitasindonesia

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)