Belajar Nikmati Rasa Sakit di Single ‘Bad Medicine’

172 views
FLORE

iniSURABAYA.com – Setelah merilis single pertamanya ‘Dead Boys’ pada Januari 2021, FLØRE kembali dengan single barunya berjudul ‘Bad Medicine’.

Sebelumnya, pada Oktober 2020 FLØRE juga sukses lewat EP ‘Superbloom’ yang diproduseri oleh artis Indie Pop Berlin, Novaa. Lagu ini merupakan single kedua dari FLØRE dalam perjalanannya untuk merilis EP ‘Romaniac’.

“EP ini berfokus pada hubungan ‘toxic’ dan ironi yang menjadi satu,” begitu ungkap  FLØRE.

Berbicara tentang single barunya, FLØRE menjelaskan,“Lagu ini tentang seseorang yang Anda tahu  dia tidak baik untuk Anda, tetapi Anda tidak bisa melepaskannya.”

Dia menambahkan,”Dekat dengan orang itu tidak membuat Anda merasa lebih baik, tetapi itulah yang terkadang ingin Anda rasakan. Patah hati, tapi Anda tahu Anda masih hidup.”

Menurut FLØRE, terkadang merasakan sakit lebih baik daripada tidak merasakan apa-apa. “Saya benar-benar berpikir tidak ada yang lebih buruk daripada merasa mati rasa. Jadi ‘Bad medicine’ -cinta itu seperti obat, itu tidak membuat Anda merasa lebih baik, terkadang bahkan tidak dalam jangka pendek, tetapi dari sudut pandang yang lain, disakiti dan ditolak adalah inspirasi yang terlalu besar dan sayang untuk dilewatkan,” paparnya.

Diakui FLØRE, lagu ini telah melalui perjalanan cukup panjang. Dia sudah menulisnya empat tahun lalu dan memiliki tiga produksi yang berbeda.

“Tapi sekarang lagu ini memiliki tampilan yang bebas. Terkadang lagu membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berubah. Seperti tanaman. Atau manusia,” imbuhnya.

FLØRE menulis lagu ‘untuk memberikan hal aneh ini sebuah makna’. Merasa seperti Alien dalam sebagian besar hidupnya, dia menghabiskan masa kecilnya bermain gitar, bernyanyi dan memimpikan tentang  alam semesta.

Dia terinspirasi oleh kegelapan dari bertumbuh dewasa, kehancuran yang indah, dan perasaan seperti apa saat kehidupan dimulai. Atau seperti apa rasanya ketika itu berakhir. Atau tentang apa semua ini.

FLØRE menyebut dirinya kekasih bulan, yang mengungkapkan kesepian dalam lagu-lagunya, mengungkapkan suaranya yang menyentuh dan menceritakan kisah tentang kerapuhannya sendiri, pengabdian untuk manusia yang tidak biasa, dan cinta yang hancur.

Wanita berusia 25 tahun ini tidak hanya menulis tentang patah hati atau memimpikan alam semesta, tetapi juga membahas masalah seperti kesehatan mental.

“Depresi adalah penyakit serius yang perlu dinormalisasi dan dibicarakan, karena tidak ada yang membunuh Anda seperti pikiran Anda sendiri,” tegasnya.

FLØRE mengaku saya sangat bangga dan merasa begitu kuat menulis lagu mengenai kesehatan mental. “Bagi saya rasanya Anda tidak akan pernah bisa lepas dari depresi berat. Ini seperti menangani iblis dan bahkan mungkin berteman dengan mereka,” ujarnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Glasse Factory dia berkata,“Tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Tidak apa-apa untuk sedih dan merasa sendirian dan menjadi aneh.”

FLØRE telah membuat debut yang mengesankan pada tahun 2018, dengan ‘dark pop brilliance of Flowered Guts’ yang ditayangkan perdana di The Line of Best Fit pada saat itu. wid

#deadboys #flore #romaniac #superbloom

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)