Pakai Platform Qasir Aman? Cek Fakta Berikut

361 views
ILUSTRASI : Aplikasi Qasir

iniSURABAYA.com – Qasir, salah satu startup Point of Sales (POS) asli Indonesia, kini jajaki kerja sama dengan perusahaan fintech penyedia jasa Peer to Peer (P2P) Lending, KoinWorks, dan beberapa lainnya untuk berikan alternatif permodalan usaha bagi usahawan di ekosistemnya.

Memanfaatkan machine learning untuk merekap data transaksi merchant sebagai collaterals pengajuan dana, Qasir dapat memangkas sampai lima tahapan pengajuan dana P2P Lending, dibanding melakukan pengajuan secara manual.

Michael Williem, CEO Qasir menandaskan, terkait keamanan proyek ini telah melalui tahap evaluasi berlapis untuk memastikan data merchant selalu aman.

“Tidak bisa dipungkiri salah satu kekhawatiran merchant yang masih ragu mencoba pembiayaan digital adalah keamanan data transaksi, aliran modal ke borrower dan lender-nya. Untuk itu, secara internal, kami menggunakan VPN khusus yang sifatnya closed platform,” katanya.

Adapununtuk menjamin perolehan dana digunakan secara tepat, pembayaran PO dan invoice langsung dilakukan ke penerbit, bukan ke merchant yang mengajukan.

“Jadi sifatnya bukan kami berikan uang cash, tapi PO atau invoice mereka yang nanti dibayarkan dan usahawan akan membayar secara lumpsum atau cicilan,” kata pria yang akrab disapa Mike ini.

Saat ini, tercatat merchant Qasir terus mengalami kenaikan. Per bulan Juli 2021, tercatat aplikasi Qasir diunduh sebanyak 740.000 user. Dan sebanyak 233.000 diantaranya merupakan active user dengan total transaksi sebanyak 177 juta kali.

“Dari jumlah tersebut, Qasir mencatat total nilai transaksi sebesar Rp 14,2 triliun,” papar Mike.

Berdasarkan data dari Qasir, rata-rata merchant mulai membutuhkan tambahan modal usaha ketika berada pada fase bisnis tertentu, yaitu:

Pertama, kebutuhan membuka cabang. Biasanya, merchant punya basis pelanggan besar dan dituntut untuk bisa lebih dekat dengan area konsumennya. Kedua, tambahan inventaris. Semakin bertambah variasi produk biasanya membuat usahawan mempertimbangkan kepemilikan aset-aset baru untuk menunjang produktivitasnya.

Ketiga, stabilitas arus kas. Faktor eksternal yang datangnya tidak kenal waktu, seperti pandemi, bisa membuat bisnis goyah dalam hitungan hari. Memiliki pegangan kas adalah strategi usahawan untuk memastikan bisnisnya punya cadangan tenaga sampai kondisi ekonomi kembali pulih. wid

#peertopeerlending #qasir #umkm

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)