Yang Tetap Nekad Melanggar Prokes, Eri Cahyadi: Akan Saya Ajak ke Makam Keputih dan Tidur di Liponsos

271 views
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya

iniSURABAYA.com – Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya menegaskan pihaknya akan melaksanakan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 5/2021 dan juga Keputusan Gubernur Jatim terkait PPKM Darurat.

Tindakan yang dilakukan Pemkot Surabaya, lanjut Eri, dalam bentuk gelar operasi protokol kesehatan (Prokes) yang dilakukan bersama tim gabungan dari TNI-Polri.

Eri mengingatkan, jika sampai pukul 20.00 masih ada tempat usaha yang mengizinkan orang duduk atau makan di tempat yang tersedia, Pemkot Surabaya terpaksa mengambil tempat duduk itu.

Tindakan tegas itu, kata Eri, sesuai aturan PPKM Darurat yang menyatakan bahwa setiap tempat usaha makanan dan minuman dilarang melayani pembelian makan di tempat (dine in).

Sedangkan untuk orang yang masih membeli makan dan memakan di tempat, ngopi di warung kopi, atau tidak mengindahkan Proks, sanksi sosial kembali akan diterapkan.

“Kalau nanti ada yang melanggar, akan kami bawa ke Makam Keputih untuk melihat berapa banyak orang Surabaya yang sudah meninggal. Kami ingin tunjukkan, ini lho yang terjadi di Kota Surabaya,” imbuhnya.

Melalui langkah tersebut, lanjut Eri, pihaknya ingin menyentuh hati warga. “Jangan sampai karena kita tidak menjaga prokes, yang kena orang yang kita cintai,” cetusnya.

Setelah memperlihatkan tempat pemakaman Covid-19 di TPU Keputih, para pelanggar itu akan diajak ke Liponsos dan baru pada keesokan harinya dilakukan tes usap untuk memastikan status Covid-19.

Selain itu, Eri juga berharap kepada anak-anak muda Surabaya yang mungkin imunnya kuat, untuk tetap menjaga prokes. Sebab, tidak ada yang pernah tahu detil kekuatan dan dampak dari virus yang ada.

Eri juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Kota Surabaya karena kegiatan mereka untuk sementara harus terhenti. Dia mengaku, kebijakan tersebut hanya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya.  

“Hari ini kami ikhtiarkan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” demikian ujar Eri Cahyadi dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengajak warga Kota Surabaya untuk menjalani PPKM Darurat ini dengan disiplin dan kepatuhan yang tinggi. Kalau warga tidak disiplin, kasus Covid-19 akan terus meningkat, dan aturan ini bukan tidak mungkin akan diperpanjang.

“Makanya saya mohon kepada warga Surabaya, ayo jalankan ini, sehingga bisa cepat berhenti. Insyallah ini bisa selesai dalam waktu dua minggu. Tetapi kalau ini tidak dilakukan dengan disiplin, pasti akan terus berlanjut,” tandasnya.

Eri mengaku tidak ingin perekonomian Surabaya terhenti. Dia juga tidak ingin pekerjaan untuk mencari nafkah anak-istri warganya terhenti.

Karenanya, dia meminta ketika bekerja mencari nafkah dan menggerakkan perekonomian keluarga harus dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

InsyaAllah kita akan melakukan ini bersama-sama,” katanya berusaha memberi semangat. ana

#ericahyadi #PPKMdarurat #walikotasurabaya

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)