Perajut Nusantara Bikin Bendera Rajut Terbesar Pertama di Indonesia, Ukuran 4×6 Meter dan Berat 50 Kg Dibentangkan di Prigen

437 views
Bendera merah putih dari rangkaian rajutan dengan ukuran 4×6 meter dan berat hingga 50 kg yang dikerjakan oleh total 350 peserta itu dibentangkan perwakilan Rajuters Nusantara di Pandurata, Prigen, Pasuruan

iniSURABAYA.com | SIDOARJO – Sejak tahun 2017, Sri Tjahyaningsih bersama Agung Wahyu Winadi mengisi waktu senggangnya setiap hari dengan merajut.

Seiring perkembangan jaman, pasangan suami istri ini memulai usaha dari rumah dengan berjualan tas, gantungan kunci, topi dan juga sepatu yang dirajut dengan tangan secara daring.

Sri Tjahyaningsih yang akrab dipanggil Oma Pit (Oma Pipit) akhirnya memiliki produknya sendiri bernama ‘Omapit Rajut dan Sol Sepatu’ yang berlokasi di Pesona Sekar Gading blok A-6 Sekardangan, Sidoarjo.

Berbagai macam jenis sol sepatu mulai dari anak-anak hingga dewasa, baik pria maupun wanita tersedia dengan segala ukuran. Usahanya pun semakin dikenal dan berkembang pesat sehingga memiliki banyak agen resmi untuk penjualan sol sepatu rajut.

Pasangan suami istri ini pun terbesit angan-angan untuk memberikan kado pada momen Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia. Maka tercetuslah ide secara gotong royong untuk membuat bendera merah putih terbesar dari rangkaian rajut dengan cara memberikan informasi melalui media sosial @crochetforindonesia.

Caranya, para peserta yang sukarela memberikan waktu beserta tenaganya untuk menyumbangkan granny block (pola rajut berbentuk persegi) dengan cara mendaftar ke Omapit Rajut, lalu akan diinstruksikan untuk pembuatan pola rajut tersebut.

Sri Tjahyaningsih

Peserta yang mendaftar hingga akhir Mei 2021 ini membuat di rumah masing-masing yaitu satu pcs granny block dan mengirimkan rajutan berwarna merah atau putih yang telah ditentukan sesuai kebutuhan berukuran 30×30 cm ke alamat rumah Oma Pit.

“Setelah itu setiap bagian rajutan berukuran persegi itu disambung menjadi satu bagian oleh Oma Pit,” papar Agung.

Masa pandemi yang masih berlangsung tidak menjadi halangan bagi peserta yang antusias mengikuti dan menjadi bagian dari sejarah pada tahun 2021 dengan harapan hasil karyanya tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Ini memang tidak mudah. Namun kami sangat senang mendapatkan antusiasme yang besar dari para perajut di seluruh Indonesia,” imbuh Agung.

Menurut Agung, beberapa granny block yang dikirimkan juga ada yang tidak sesuai ukuran. “Kami akhirnya menambahkan rajutannya agar mempermudah penyambungan bendera merah putih dari hasil karya teman-teman pecinta rajut,” tandasnya.

Dalam waktu 2,5 bulan, semua persyaratan dan kriteria untuk pendaftaran telah diselesaikan dengan baik. Dan pada tanggal 17 Agustus 2021, MURI mencatat Bendera Merah Putih Terbesar dari Rangkaian Rajut Pertama di Indonesia dalam kategori Seni dan Budaya.

Bendera dengan ukuran 4×6 meter dan berat hingga 50 kg yang dikerjakan oleh total 350 peserta itu dibentangkan oleh perwakilan Rajuters Nusantara di Pandurata, Prigen, Pasuruan sesuai protokol kesehatan.

Gelaran ini juga merupakan salah satu persyaratan untuk validasi Rekor MURI. Bendera merah putih dari rangkaian rajut ini sudah dikirimkan ke Jakarta dan dokumentasi secara virtual juga dikirimkan ke tim validasi.

Bendera Merah Putih Terbesar Pertama di Indonesia dari rangkaian rajut ini bisa dilihat di Museum Rekor Indonesia di Jakarta. “Pencapaian rekor MURI ini kami harap dapat memotivasi pelaku kreatif di Indonesia khususnya penggemar rajut supaya dapat berkembang, bisa merambah ke ranah internasional, dan juga menjadi kebanggaan Indonesia,” pungkas Agus. ana

#benderamerahputih #merajut #omapit

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)