Sapa Sahabat #36 : Gara-Gara Seniman Mural Bikin Gaduh, Aksi Kreatif Dibungkam?

344 views

CATATAN REDAKSI – Pertengahan bulan lalu negeri ini dibikin heboh soal aksi corat-coret di dinding yang terjadi di beberapa daerah.

Di Tangerang, Banten misalnya muncul goresan bertuliskan ‘404: Not Found’. Sedang di Bangil, Pasuruan ada ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’.
Pro-kontra pun bermunculan. Yang pro tentu berdalih ini berkaitan dengan proses kreatif. sedang yang kontra, tentu dari kalangan aparat beragam alasannya. Ada yang mengaitkan goresan di dinding di ruang publik itu melanggar simbol negara.   

Sedang lainnya, lebih kepada pelanggaran perda yang menegaskan larangan ada gambar atau stiker di pohon, jembatan, tiang, tembok, atau fasilitas publik.

Tetapi, kenapa pula seniman –khususnya seniman mural— di Surabaya tidak tergerak melakukan aksi yang sama? Apakah seniman mural di Kota Pahlawan ini tidak sensitif terhadap kondisi yang tengah terjadi saat ini dan perlu ‘menyuarakannya’ lewat aksi mural?

Proses kreatif seperti apa pula yang pantas dilakukan oleh seniman, khususnya saat ingin menyuarakan ‘kegundahan hati’ mereka? Adakah batas kesantunan di dunia kesenian?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang coba diangkat dalam topik bahasan Sapa Sahabat #36, Sabtu (11/9/2021). Freddy H Istanto, dosen Universitas Ciputra yang juga founder Surabaya Heritage, Meimura (budayawan/seniman teater senior), Syska Liana (perupa), dan X-Go (seniman mural) bakal bikin seru obrolan yang dilakukan di lantai 2 Dapoer Kecombrang nanti.

Kegaduhan bersama para seniman dan akademisi yang dimulai pukul 15.00 WIB ini bisa pula diikuti di Live Instagram @ini.surabaya dan kanal YouTube @inisurabayaTV. *

#dapoerkecombrang #mural #sapasahabat #seniman #universitasciputra

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)