Diperagakan di favehotel Sidoarjo, 2 Desainer Beda Kota Hadirkan Padu Padan Busana Batik untuk Anak Muda

324 views
favehotel Sidoarjo hadirkan busana bahan batik karya desainer Bagus Prasetya dan Safrizal Rozi Tuasikal untuk merayakan Hari Batik Nasional, Sabtu (2/10/2021).

iniSURABAYA.com – Dua desainer senior beda kota kolaborasi di agenda istimewa memperingati Hari Batik Nasional yang digelar favehotel Sidoarjo, Sabtu (2/10/2021).

Bagus Prasetya, pemilik label House of Klambi dari Sidoarjo, dan Safrizal Rozi Tuasikal pemilik merek Saf Tuasikal (Mojokerto) unjuk karya mereka di area lobi hotel bintang 3 di pusat Kota Sidoarjo tersebut.

Sebanyak 12 koleksi terbaru dari Bagus dan Safrizal diperagakan di panggung Fave in Fashion. Keduanya coba menyajikan karya kontemporer dan terkesan rileks sehingga busana dari bahan utama batik ini bisa akrab dan nyaman dipakai kalangan milenial.

Bagus misalnya, padu padankan batik sibori (jumputan) dengan berbagai bahan lainnya. “Anak muda kan gak suka yang ribet. Jadi padu padannya seperti ini, lengan panjang dikombinasikan dengan raglan. Jadi bisa dipakai kasual maupun formal,” paparnya.  

Menurut Bagus, selama ini batik sibori tak pernah dipadupadankan sehingga terkesan kaku. Warna yang digunakan pun cenderung berbeda dengan yang selama ini disajikan dalam motif sibori yang dominan terang.

“Bahannya dari katun, sedang desainnya saya buat kontemporer agar tidak monoton sehingga fleksibel bisa dipakai ke kantor, kondangan, atau acara-acara formal juga bisa,” katanya.

Sementara Saf –sapaan akrab Safrizal—menghadirkan kreasi busana modest wear bernuansa muslim. Seperti Bagus, Saf pun mencoba berkreasi agar rancangannya bisa menarik perhatian kalangan muda usia.

Busana kreasi Saf dalam bentuk dua dan tiga bagian ini adalah perpaduan bahan batik pesisiran dengan denim. “Saya tambahkan outer dengan teknik pewarnaan bleaching sehingga terkesan ceria agar pas buat mereka yang usia muda,” bebernya.

Di bagian lain, Saf menghadirkan busana batik motif pecah kopi dan abstrak. “Jadi campur, konsep anak mudanya lebih terlihat. Saya padu padankan lebih ke street style sehingga bisa dipakai untuk sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara Aries Luhur, Executive Marketing & Communication favehotel Sidoarjo mengatakan melalui pentas ‘Fave in Fashion’ ini pihaknya ingin menampilkan batik dalam wujud busana yang lebih anak muda.

“Ini adalah batik yang kasual, yang bisa buat nongkrong anak muda. Di luar sana kan orang pakai batik kalau nggak orang tua ya acara formal. Jadi yang mau kami tanamkan adalah batik ini harus bisa dipakai semua kalangan dalam upaya mewarisi budaya dari bangsa kita sendiri,” ujarnya. ap

#desainer #favehotelsidoarjo #haribatiknasional #houseofklambi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)