Inilah Serunya Berburu Tanda Tangan Artis, Hamid Nabhan Hadang Iwan Fals Usai Konser

197 views
Hamid Nabhan memamerkan koleksi CD yang dihiasi tanda tangan sang artis idolanya.

iniSURABAYA.com – Seniman multitalenta, Hamid Nabhan punya koleksi menarik di rumahnya. Pria keturunan Arab ini menyimpan ribuan compact disc (CD) beserta tanda tangan sang artis.

Kepingan CD itu sangat dia banggakan karena diperoleh dengan penuh ‘perjuangan’. CD tersebut antara lain album lagu Faris RM, Ahmad Dhani, Sawong Jabo, Eros Djarot, Achmad Albar, Piyu dan Iwan Fals.

“Tak sedikit yang saya dapat saat mereka mengadakan konser bahkan ada saat ketika mereka bermain ke rumah saya,” kisahnya kepada iniSurabaya.com.

Sosok perupa dan penulis asal Kota Surabaya ini mengaku memiliki kedekatan dengan kalangan musisi layaknya sahabat karib. Diantaranya adalah Fariz RM dan mendiang Leo Kristi.

Tak heran bila Hamid kerap mendapat kiriman album CD terbaru lengkap dengan tanda tangan mereka. Tetapi tak jarang pula tanda tangan sang artis diperoleh dengan tidak mudah.

“Tanda tangan Iwan Fals itu contohnya,” ungkap Hamid yang sudah merilis puluhan judul buku beserta karya lukis yang menghiasi bukunya itu.

Untuk mendapatkan tanda tangan sang maestro ini diakui tidak mudah. Hamid sempat beberapa kali berkunjung ke kediaman Iwan Fals, tetapi hanya bisa sampai di pintu yang dijaga sekuriti.

Hingga satu saat, Hamid dapat kesempatan menghadang langkah Iwan Fals usai pentas di sebuah gelaran musik. “Ini kenangan yang tak akan terlupakan,” paparnya dengan wajah sumringah.  

Bukan hanya musisi dalam negeri. Hamid Nabhan juga berhasil mendapatkan tanda tangan musisi manca ketika mereka melakukan tour konser di Tanah Air, seperti Sting, Keny G dan lainnya.

Hobi koleksi CD telah dilakoni sejak muda, jauh sebelum YouTube menggeser peran kepingan CD tersebut. Bentuk kepingan CD yang tipis dan lebih praktis dibandingkan kaset pita, membuat Hamid tertarik.

Apalagi CD kala itu menjadi teman saat bersantai atau melukis. Tanpa terasa koleksinya makin menumpuk hingga ribuan.

Kenangan Khusus
Dari beberapa album favorit berbagai genre, ternyata memiliki kenangan khusus. “Bila saya memutarnya, kenangan-kenangan itu kembali,” imbuhnya.  

Saat ini Hamid sudah tidak menambah koleksi lagi kecuali jika ada tawaran CD musik klasik yang belum dimiliki.

Hamid biasa menikmati koleksinya saat ia merindukan sahabat-sahabat musisi yang sudah pergi. Seperti Leo Kristi, Dian Pramana Putra, Franky Sahilatua, Djokie dan Naniel sang pengarang lagu ‘Bongkar’.

“Kadang saya memutarnya sebagai obat rindu. Kadang juga di momen-momen tertentu saya putar seperti Dhani Ahmad, Piyu dan lainnya sebagai pengantar saya berkarya,” kata Hamid.

CD itu masih terawat dengan baik sampai detik ini. Hamid menyimpan di sebuah laci khusus. “Terkadang kalau ada yang berjamur langsung saya bersihkan. Intinya, tempat penyimpanan CD ini tidak boleh lembab,” tandasnya.

Bagi dia, berburu CD adalah soal selera musik sehingga tak bisa asal-asalan. Hamid lebih tertarik pada genre klasik, blues, ataupun lagu-lagu Indonesia.

“Terkadang saya ambil CD untuk koleksi karena desain covernya yang bagus dan nyeni,” urainya. Saat waktu senggang, ia rela berburu pada sesama kolektor di Bandung atau Jakarta seperti di Jati Negara, Blok M, Taman Puring dan tempat-tempat lain seperti Bali. Kadang ia juga menemukan album yang telah ia buru sejak lama di pasar loak dengan harga murah. ap

#compactdisc #hamidnabhan #iwanfals

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)